Taipei, Gonesia.com – Langkah pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, harus terhenti lebih awal pada turnamen Taipei Open 2026 setelah menelan kekalahan pahit di babak pertama, Kamis (30/7/2026).
Kegagalan ini dipastikan setelah Anthony tunduk di tangan wakil tuan rumah, Lin Chun Yi, melalui pertandingan dua gim langsung.
Berdasarkan laporan Juara.net, Anthony menjalani duel yang tidak mudah sejak awal pertandingan dimulai pada Rabu (29/7/2026).
Dominasi pemain Taiwan tersebut sudah terasa sejak gim pertama berlangsung.
Kedua pebulu tangkis sempat terlibat aksi saling kejar poin dalam tempo yang cukup ketat.
Namun, kendala teknis di lapangan membuat Anthony tertinggal cukup jauh dengan skor 7-11 saat memasuki jeda interval.
Tekanan dari publik tuan rumah tampaknya memengaruhi konsistensi permainan atlet asal Cimahi tersebut.
Upaya keras untuk mengejar ketertinggalan poin terus dilakukan oleh Anthony hingga akhir gim pertama.
Sayangnya, ia belum berhasil membalikkan keadaan dan harus merelakan gim pembuka menjadi milik lawan.
Memasuki gim kedua, harapan sempat muncul ketika Anthony berhasil meraih poin pertama.
Lin segera merespons dengan cepat dan langsung menyusul perolehan angka tersebut.
Aksi susul-menyusul poin kembali terjadi di awal gim kedua yang membuat tensi pertandingan semakin meningkat.
Anthony sempat tertinggal tipis dengan skor 3-4 sebelum lawan mulai menjauhkan jarak.
Ia kembali harus mengakui keunggulan lawan saat jeda interval gim kedua dengan skor 6-11.
Selepas jeda, Anthony mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih agresif.
Ia sempat mempersempit jarak menjadi 8-11 sebelum Lin kembali menambah pundi-pundi angka.
Perjuangan gigih terus ditunjukkan Anthony meskipun ia terus berada di bawah bayang-bayang dominasi lawan.
Momentum krusial terjadi saat ia berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi satu poin saja pada kedudukan 17-18.
Namun, saat tinggal membutuhkan satu angka untuk menyamakan kedudukan, ia justru kehilangan poin penting.
Lin memanfaatkan kelengahan tersebut untuk meraih dua angka beruntun dan mencapai match point lebih dulu dengan skor 17-20.
Dalam situasi yang sangat terdesak, Anthony sempat mencuri dua angka tambahan guna menjaga asa.
Namun, ia akhirnya harus menyerah dengan skor akhir 17-21, 19-21 setelah lawan menutup laga melalui serangan penentu.
Kekalahan ini secara otomatis membuat langkahnya terhenti di babak pertama turnamen.
Nasib kurang beruntung juga menimpa wakil Indonesia lainnya di sektor ganda putri.
Pasangan muda Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine gagal melaju ke babak selanjutnya.
Mereka harus mengakui keunggulan wakil Taiwan lainnya, yakni Lin Chih-Chun dan Yang Chu Yun.
Duo Isyana/Rinjani tumbang dalam dua gim langsung dengan skor 11-21 serta 17-21.
Hasil minor dari sektor tunggal putra dan ganda putri ini menjadi evaluasi serius bagi tim pelatih.
Kondisi fisik dan adaptasi lapangan yang cepat menjadi catatan utama bagi para atlet Indonesia di Taipei Open 2026.


