Kansas City – Nama Eloy Room mendadak menjadi sorotan dunia setelah aksi heroiknya di bawah mistar gawang tim nasional Curacao pada ajang Piala Dunia 2026. Penjaga gawang berusia 37 tahun tersebut berhasil menahan gempuran agresif timnas Ekuador dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup E yang berlangsung di Stadion Kansas City, Minggu (21/6). Berkat performa gemilangnya, Curacao sukses mengamankan satu poin bersejarah setelah menahan imbang Ekuador dengan skor kacamata 0-0.
Statistik yang dicatatkan Room dalam pertandingan tersebut tergolong fenomenal. Sepanjang 90 menit laga, ia tercatat melakukan 15 penyelamatan krusial dari 28 tembakan yang dilepaskan pemain lawan, dengan 27 di antaranya tepat sasaran. Angka tersebut secara statistik menyamai rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan Piala Dunia yang sebelumnya dipegang oleh legenda Amerika Serikat, Tim Howard, pada edisi 2014. Perbedaannya, Room berhasil menjaga gawangnya tetap perawan sepanjang laga, sementara angka harapan gol (xG) Ekuador tercatat cukup tinggi di angka 3,05.
“Saya hanya mencoba untuk tetap fokus pada setiap bola dan membaca pergerakan lawan dengan tenang,” ujar Eloy Room menanggapi performanya. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan individu bagi sang pemain, tetapi juga menjadi tonggak sejarah bagi Curacao. Sebagai tim yang berstatus debutan di turnamen antarnegara paling bergengsi ini, poin perdana tersebut menjadi bukti nyata bahwa tim dari zona CONCACAF mampu bersaing secara kompetitif melawan tim-tim besar.
Lahir di Nijmegen, Belanda, pada 6 Februari 1989, Eloy Room memiliki latar belakang perjalanan karier yang cukup panjang. Ia memulai langkah profesionalnya di akademi SCE Nijmegen sebelum akhirnya menapaki karier di klub besar seperti Vitesse dan PSV Eindhoven di Eredivisie. Keputusannya untuk membela timnas Curacao merupakan buah dari pendekatan personal mantan striker legendaris Belanda, Patrick Kluivert, pada tahun 2015 silam. Kluivert, yang saat itu menangani Curacao, berhasil meyakinkan Room untuk merepresentasikan tanah kelahiran ayahnya di level internasional. Saat ini, Room tercatat bermain untuk klub divisi dua Amerika Serikat, Miami FC, yang telah ia perkuat sejak awal 2026.
Di balik ketangkasan luar biasa yang ia tunjukkan di atas lapangan hijau, Room mengungkapkan rahasia di balik refleks tajamnya. Ia rutin melakukan olahraga padel, sebuah permainan raket yang memadukan elemen tenis dan skuas, di sela-sela waktu senggangnya. Menurut Room, olahraga ini sangat krusial dalam melatih koordinasi tangan dan mata serta menjaga kelenturan tubuhnya saat harus bergerak di ruang sempit.
“Padel membantu saya meningkatkan kecepatan gerak kaki dan insting dalam merespons arah bola yang cepat,” jelasnya. Kombinasi disiplin latihan fisik dan ketekunan dalam menjaga kondisi kebugaran inilah yang membuat Room mampu tampil prima meski usianya tidak lagi muda. Kini, seluruh mata tertuju pada kiprah selanjutnya dari penjaga gawang veteran ini dalam mengawal ambisi Curacao di Piala Dunia 2026.

