Doha – Dominasi Brasil di kancah sepak bola dunia kembali ditegaskan setelah tim Samba secara resmi mengamankan posisi puncak klasemen Grup C Piala Dunia 2026. Kepastian tersebut diraih setelah rangkaian pertandingan terakhir fase grup rampung digelar pada Kamis, 25 Juni 2026, yang menempatkan Brasil dan Maroko sebagai perwakilan grup yang melaju ke babak 32 besar.
Brasil memastikan status juara grup melalui kemenangan telak 3-0 saat berhadapan dengan Skotlandia. Di waktu yang bersamaan, Maroko juga mengamankan tiket babak gugur setelah menundukkan perlawanan Haiti dengan skor ketat 4-2. Dengan hasil dua pertandingan tersebut, Brasil dan Maroko menutup fase grup dengan perolehan poin yang identik, yakni tujuh poin dari tiga pertandingan.
Meskipun memiliki jumlah poin yang sama, sistem kompetisi menetapkan Brasil sebagai pemuncak klasemen berkat keunggulan selisih gol. Brasil mencatatkan selisih gol +6, sementara Maroko berada di posisi kedua dengan selisih gol +3. Perbedaan produktivitas gol ini menjadi penentu krusial bagi kedua tim dalam menentukan posisi unggulan sebelum melangkah ke babak berikutnya.
Pelatih Brasil menyatakan kepuasannya atas performa konsisten anak asuhnya sepanjang babak penyisihan. “Kami telah menunjukkan determinasi tinggi dalam setiap laga. Keberhasilan menempati posisi puncak adalah bukti kerja keras seluruh pemain, namun fokus kami kini sepenuhnya tertuju pada tantangan di babak 32 besar,” ujarnya dalam konferensi pers pascapertandingan.
Di sisi lain, Maroko menjadi tim yang paling mengejutkan di Grup C. Penampilan impresif mereka saat menghadapi Haiti membuktikan bahwa tim asal Afrika tersebut mampu bersaing di level tertinggi. Meski sempat mendapatkan tekanan dari Haiti, Maroko berhasil menjaga ketenangan dan mencetak gol-gol krusial yang memastikan posisi mereka aman sebagai runner-up.
Berbeda nasib dengan dua tim teratas, Skotlandia harus menelan pil pahit. Meski sempat menunjukkan perlawanan, kekalahan dari Brasil memaksa mereka finis di peringkat ketiga dengan koleksi tiga poin. Kini, Skotlandia berada dalam posisi sulit karena harus menanti hasil dari grup lain untuk menentukan apakah mereka berhak lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Sementara itu, Haiti dipastikan tersingkir dari turnamen setelah menelan kekalahan beruntun dalam tiga pertandingan fase grup. Mereka berada di dasar klasemen dengan poin nol dan selisih gol -6. Kegagalan ini menandai berakhirnya perjalanan Haiti di Piala Dunia 2026.
Secara keseluruhan, Grup C menyuguhkan persaingan yang kompetitif di papan atas. Keberhasilan Brasil dan Maroko menjadi sinyal bagi tim-tim lain bahwa kedua negara ini merupakan penantang serius dalam perburuan gelar juara. Fokus publik sepak bola kini beralih pada pengundian lawan di babak 32 besar, di mana intensitas pertandingan diprediksi akan jauh lebih tinggi mengingat sistem gugur yang akan diberlakukan.

