Tangerang – IKEA Indonesia memperkuat agenda keberlanjutan dengan menempatkan pengelolaan sampah dan pemberdayaan komunitas sebagai dua fokus utama.
Perusahaan menegaskan, upaya menjaga lingkungan tak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan pelanggan, mitra, dan masyarakat luas.
Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, mengatakan keberlanjutan perlu dijalankan secara sederhana dan inklusif agar dampaknya terasa lebih nyata.
“Di IKEA, kami terus berupaya menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Kami percaya keberlanjutan tidak seharusnya rumit. Oleh karena itu, kami menghadirkan solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk berkontribusi nyata bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).
Salah satu langkah yang dijalankan adalah program Waste Diversion di seluruh gerai IKEA Indonesia. Program ini diarahkan untuk mencapai target pengalihan 80 persen sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 2030 melalui recycling, composting, dan recovery.
Upaya tersebut turut mengantarkan IKEA Indonesia meraih empat penghargaan dalam Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026. Penghargaan itu meliputi Best ESG in Retail, ESG Excellence – Multinational Corporation, Sustainable Innovation Award, dan ESG Leadership Excellence Award.
Pencapaian itu diperoleh setelah perusahaan melewati rangkaian penilaian ketat, mulai dari verifikasi dokumen, presentasi, hingga wawancara mendalam dengan dewan juri yang terdiri dari akademisi, pemerintah, dan praktisi keberlanjutan.
Di luar pengelolaan sampah internal, IKEA juga mengembangkan Zona Daur Ulang di IKEA Kota Baru Parahyangan, Bandung.
Fasilitas yang dijalankan bersama Duitin sejak 2023 itu telah mengumpulkan lebih dari 63 ton material untuk kembali masuk ke rantai daur ulang, sekaligus memberi insentif kepada warga yang ikut berpartisipasi.
Dari sisi ekonomi, IKEA Indonesia terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui program TERAS Indonesia yang sudah berjalan sejak 2014. Lebih dari 1.000 UMKM tercatat telah memakai area toko IKEA untuk memasarkan produk mereka tanpa biaya.
Sepanjang 2025, program ini diperkirakan menghasilkan penjualan sekitar Rp5 miliar.
IKEA juga menggandeng Instellar lewat program IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA) untuk memperkuat ekosistem social enterprise.
Sejak dimulai pada 2023, program ini telah membina 30 wirausaha sosial melalui pelatihan dan mentoring, serta menjangkau lebih dari 14.000 penerima manfaat.
Ke depan, IKEA Indonesia menyatakan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Perusahaan meyakini perubahan besar bisa lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama demi lingkungan serta masyarakat yang lebih berkelanjutan.

