Kuala Lumpur – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi menunjuk Tan Cheng Hoe sebagai pelatih interim Timnas Malaysia.
Keputusan strategis ini diambil menyusul berakhirnya masa bakti pelatih asal Australia, Peter Cklamovski, yang sebelumnya memegang kendali teknis skuad Harimau Malaya.
Penunjukan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas tim nasional tetap terjaga di tengah padatnya agenda kompetisi internasional yang menanti dalam waktu dekat.
Tan Cheng Hoe bukanlah sosok asing dalam ekosistem sepak bola Negeri Jiran. Sebelum menerima mandat sebagai nakhoda sementara, pria berusia 58 tahun ini mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Teknik FAM.
Posisi tersebut membuatnya terlibat langsung dalam perumusan dan pengembangan program sepak bola nasional. Pengalamannya yang luas, mulai dari pemain hingga direktur teknis, menjadikannya figur yang paling memahami kebutuhan internal tim saat ini.
“Penunjukan ini merupakan langkah cepat untuk menjaga kontinuitas performa tim. Tan Cheng Hoe memiliki pemahaman mendalam mengenai karakter pemain Malaysia dan sistem kepelatihan yang relevan dengan kebutuhan kita,” ujar salah satu sumber di lingkungan federasi.
Rekam jejak Tan Cheng Hoe tergolong impresif dalam satu dekade terakhir.
Ia tercatat pernah menukangi Timnas Malaysia pada periode 2018 hingga 2022. Puncak pencapaiannya terjadi pada gelaran Piala AFF 2018, di mana ia sukses mengantarkan Harimau Malaya menembus partai final.
Meski saat itu harus puas sebagai runner-up, performa tim di bawah asuhannya dianggap sebagai salah satu periode kebangkitan sepak bola Malaysia di kancah Asia Tenggara.
Sebelum berkecimpung di level tim nasional, Tan Cheng Hoe juga memiliki portofolio yang solid di level klub. Ia pernah membawa Kedah menjuarai Malaysia Premier League pada 2015 dan Malaysia Cup pada 2016. Berkat dedikasi dan prestasi tersebut, ia sempat dianugerahi gelar Pelatih Terbaik dalam ajang FAM Football Awards.
Sepanjang kariernya, ia juga sempat menjajal tantangan di luar negeri, termasuk menangani klub Thailand, Police Tero FC, serta melatih Selangor FC.
Keahliannya dalam meracik strategi telah teruji sejak ia menjadi asisten pelatih di berbagai jenjang usia, mulai dari Malaysia U-19 hingga tim senior. Kedekatan emosional dan teknis dengan pemain diyakini akan mempermudah proses adaptasi tim di bawah arahannya.
Banyak pengamat sepak bola lokal menilai bahwa keputusan FAM memilih Tan Cheng Hoe adalah langkah yang logis dan aman.
Sebagai pelatih interim, tantangan utama yang harus dihadapi Tan Cheng Hoe adalah mempersiapkan skuad secara taktis guna menghadapi berbagai agenda internasional mendatang.
Meski statusnya bersifat sementara, beban ekspektasi publik terhadap sosoknya tetap tinggi. Pengalaman panjang yang ia miliki diharapkan mampu memulihkan performa tim nasional agar kembali kompetitif di level regional maupun internasional.
FAM kini menanti kontribusi nyata dari sang pelatih dalam memimpin Harimau Malaya menatap tantangan di depan.

