
Valencia – Tes resmi MotoGP Valencia 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo mengungkap tantangan baru bagi Yamaha. Fabio Quartararo, pebalap andalan Yamaha, mengakui bahwa pengembangan motor baru bermesin V4 masih memerlukan banyak perbaikan, terutama pada pengendalian bagian depan yang dulunya menjadi keunggulan motor M1.
Yamaha secara resmi beralih dari mesin 4-inline ke mesin V4 untuk MotoGP 2026.
Quartararo mencatatkan waktu sekitar setengah detik lebih lambat dari pebalap tercepat dalam tes tersebut, menempatkannya di posisi ke-15.
“Kami harus menemukan setelan yang bagus dulu. Intinya mencari setelan dasar dan memahami *feeling* bagian depan,” ujar Quartararo, Kamis (20/11/2025).
Juara dunia 2021 itu menilai motor V4 bukan solusi instan.
Bahkan, motor lama bermesin inline masih memiliki keunggulan yang belum bisa digantikan.
“Sejauh ini kami kehilangan kekuatan kami, yaitu *feeling* bagian depan. Karena itu kami banyak di pit dan melakukan banyak perubahan,” imbuhnya.
Masalah pada bagian depan belum teratasi meski berbagai perubahan telah dicoba.
“Menemukan setelan dasar untuk motor yang benar-benar baru tidak bisa diselesaikan dalam hitungan menit atau jam,” kata Quartararo.
Yamaha juga terus mengembangkan mesin V4 terbaru.
Saat ini, mereka menggunakan *setup* mesin yang lebih konservatif untuk menjaga durabilitas.
“Kami menggunakan tenaga yang tersedia. Di tikungan, kami masih perlu bekerja untuk mengontrol tenaga dengan elektronik baru,” jelasnya.
“Di gigi empat, lima, enam, semuanya terasa punya tenaga yang penuh. Tapi di gigi satu sampai tiga, masih ada perbedaan dibanding motor 2025,” pungkas Quartararo.
Dengan waktu yang terbatas, Quartararo enggan memberikan penilaian terlalu cepat soal performa motor.

