Surabaya – Unit pertama kapal LPD generasi terbaru pesanan Angkatan Laut Filipina dijadwalkan meluncur pada 30 Juni 2026 di galangan PT PAL Surabaya. Kehadiran kapal sepanjang 124 meter itu menegaskan posisi Indonesia yang kian dipercaya dalam rantai pasok industri pertahanan kawasan, sekaligus mencerminkan perubahan lanskap keamanan maritim di Asia Tenggara.
Pesanan tersebut datang sebagai kontrak lanjutan setelah PT PAL lebih dulu membangun dua Strategic Sealift Vessel (SSV), yakni BRP Tarlac dan BRP Davao del Sur. Kedua kapal itu kini menjadi andalan operasi amfibi Filipina.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai repeat order dari Manila menunjukkan bahwa Indonesia mulai dipandang sebagai pemain strategis di sektor pertahanan regional. “Repeat order dalam industri pertahanan bukan sekadar soal kualitas produk. Ini menunjukkan adanya kepercayaan strategis,” ujar Amir, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Menurut dia, hubungan pembelian seperti ini tidak berhenti pada transaksi kapal semata. Negara pembeli, kata Amir, juga menitipkan sebagian kepentingan keamanan nasionalnya kepada negara pemasok.
Amir menilai langkah Filipina memperkuat armada amfibi tak bisa dilepaskan dari ketegangan di Laut China Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, Manila terus menambah kekuatan militernya setelah sejumlah insiden dengan kapal penjaga pantai dan armada maritim China di wilayah sengketa itu.
LPD sendiri memiliki peran besar dalam operasi modern. Kapal ini dapat membawa pasukan, kendaraan tempur, logistik, dan helikopter, sekaligus berfungsi sebagai pusat komando bergerak untuk operasi militer maupun misi kemanusiaan.
“Filipina membutuhkan kemampuan mobilisasi cepat antarpulau dan kemampuan proyeksi kekuatan maritim,” kata Amir.
Ia menambahkan, modernisasi armada Filipina merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat daya tangkal terhadap berbagai ancaman di kawasan Indo-Pasifik. Karena itu, Manila juga aktif memperluas kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan sejumlah mitra regional lainnya.

