Tanah Datar – Nagari Tanjung Alam di kaki Gunung Marapi segera menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat terbesar di Indonesia setelah keluarga besar Dony Oskaria menghibahkan lahan seluas 19 hektare untuk Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Penyerahan surat hibah itu dilakukan secara resmi di rumah dinas Bupati Tanah Datar, Jumat (26/6/2026). Dokumen diserahkan Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, kepada Bupati Eka Putra sebagai penanda bahwa lahan tersebut kini berstatus aset daerah.
Awalnya, keluarga Dony Oskaria hanya menyetujui hibah 9,5 hektare. Namun, setelah pemerintah memutuskan kapasitas sekolah diperbesar untuk menampung 3.000 siswa, luas tanah yang dihibahkan ikut ditambah menjadi 19 hektare.
Anton menilai langkah keluarga Dony Oskaria layak dijadikan contoh. Ia mengatakan masih banyak daerah yang menghadapi penolakan pembangunan, sementara keluarga ini justru menyerahkan tanah secara sukarela demi kepentingan generasi muda.
“Di tengah masih adanya penolakan pembangunan di berbagai daerah, keluarga ini justru menyerahkan tanah secara sukarela demi masa depan generasi muda,” kata Anton.
Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi atas sikap tersebut. Menurut dia, hibah lahan ini merupakan bentuk pengabdian nyata kepada daerah dan manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
Sekolah Rakyat sendiri merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah menargetkan pembangunan 200 unit sekolah di seluruh Indonesia.
Tanjung Alam dipilih karena letaknya dinilai strategis dan mudah dijangkau dari berbagai kota di Sumatera Barat, mulai dari Batusangkar, Payakumbuh, Bukittinggi, hingga Padang.
Pembangunan sekolah ini juga diperkirakan memberi efek ekonomi bagi warga sekitar. Selain menyerap tenaga kerja konstruksi, proyek tersebut akan mendorong kebutuhan material bangunan dari pasar lokal.
Saat mulai beroperasi dengan 3.000 siswa, perputaran uang di kawasan itu diproyeksikan mencapai Rp6 miliar hingga Rp8 miliar setiap bulan.
Dony Oskaria, yang kini menjabat Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, berharap warisan pendidikan ini dapat melahirkan sumber daya manusia berkualitas untuk waktu yang lama.

