Jakarta – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong peningkatan volume kendaraan di Tol Trans Jawa. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengambil langkah antisipasi dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi layanan di gerbang tol.
Untuk mengatasi kepadatan yang meningkat ke arah Cikampek, JTT menerapkan *contraflow* atas diskresi Kepolisian.
Rekayasa ini diberlakukan mulai KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek ruas Tol Jakarta-Cikampek, terhitung sejak pukul 14.51 WIB. Sebelumnya, *contraflow* sempat diterapkan di KM 47 hingga KM 65 mulai pukul 08.54 WIB.
Pengaturan lalu lintas ini bersifat adaptif, menyesuaikan dengan dinamika volume kendaraan di lapangan.
Antrean kendaraan juga diantisipasi di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama). JTT menambah jumlah gardu operasional dari 17 menjadi 22 unit khusus untuk kendaraan yang menuju arah Timur.
Optimalisasi ini melibatkan penggunaan 7 gardu *reversible* untuk melayani arus keluar Jakarta secara maksimal.
Untuk kendaraan arah Jakarta, JTT menyiagakan 8 gardu tol. Pengaturan ini dievaluasi secara *real-time* oleh petugas.
Selain infrastruktur, JTT menyiagakan petugas layanan transaksi dan pengatur lalu lintas di titik rawan kepadatan.
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki jalan tol,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Pastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan prima, bahan bakar minyak (BBM) cukup, serta saldo uang elektronik mencukupi.
Patuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.
Jasa Marga menyediakan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas terkini. Informasi perjalanan 24 jam tersedia melalui One Call Center di nomor 14080.
Langkah-langkah ini adalah komitmen JTT untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

