Padang – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 dipastikan tetap berlangsung pada Oktober mendatang, meski pemerintah daerah masih menjalankan efisiensi anggaran setelah penyesuaian fiskal. Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu dirancang mempertandingkan sekitar 54 cabang olahraga dengan kebutuhan dana sekitar Rp12 miliar.
Kepastian penyelenggaraan itu mengemuka dalam rapat koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar di UNP Convention Hall, Sabtu (9/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, panitia menegaskan persiapan terus berjalan sambil menunggu terbitnya keputusan gubernur.
Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyebut total cabang yang dipertandingkan diperkirakan mencapai 54 nomor. Hitungan itu termasuk sepak bola yang digelar dalam dua kategori.
“Kurang lebih ada 53 cabang olahraga. Karena sepak bola terdiri dari dua kategori, totalnya sekitar 54 cabor pertandingan,” ujar Anandya.
Ia juga mengatakan sejumlah daerah telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pertandingan. Hingga saat ini, sudah ada tujuh kabupaten dan kota yang siap mendukung pelaksanaan Porprov.
Masih ada beberapa daerah lain yang menuntaskan finalisasi venue, termasuk Kota Padang yang diperkirakan menjadi wilayah dengan lokasi pertandingan terbanyak.
“Alhamdulillah sudah ada tujuh kabupaten dan kota yang siap. Kami masih menunggu beberapa daerah lain,” katanya.
Dari sisi pendanaan, Bendahara Umum KONI Sumbar Halim Fitra Setiawan menjelaskan anggaran yang sedang diproses berada di kisaran Rp12 miliar. Dana itu bertumpu pada dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, sementara KONI turut mengupayakan sponsor tambahan.
“Untuk penganggaran sekarang sedang berproses. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp12 miliar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kadispora untuk memaksimalkan anggaran yang tersedia agar acara ini terselenggara semaksimal mungkin,” kata Halim.
Kepala Dispora Sumbar Mahdianur menuturkan, jadwal Porprov sempat terdampak penyesuaian anggaran karena pemerintah daerah lebih dulu memusatkan belanja pada penanganan bencana di akhir tahun lalu. Namun, setelah pembahasan bersama para kepala daerah, ajang itu tetap disepakati untuk digelar.
“Awalnya memang ada pergeseran karena kondisi kebencanaan di akhir tahun kemarin sehingga pengalokasian anggaran difokuskan untuk pemulihan dan recovery,” ujarnya.
Mahdianur menegaskan, pembinaan olahraga tetap menjadi perhatian pemerintah meski kondisi fiskal belum sepenuhnya pulih. “Tanpa mengurangi rasa kebersamaan, kegiatan ini tetap dilaksanakan,” katanya.
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menambahkan, Surat Keputusan Gubernur Sumbar mengenai penetapan tuan rumah dan cabang olahraga yang dipertandingkan segera diterbitkan. Ia menargetkan seluruh proses administrasi selesai pada awal Juni 2026 agar tahapan teknis bisa segera dipastikan.
“Kita perkirakan semua tuntas awal Juni dan kita harap sudah ada SK Gubernur,” ujar Hamdanus.

