London – Inggris mengerahkan HMS Dragon sebagai bagian dari langkah awal pembentukan koalisi multinasional bersama Prancis untuk mengamankan jalur pelayaran di kawasan itu. London menyebut penempatan kapal perang tersebut sebagai sinyal kesiapan menghadapi kemungkinan operasi pengamanan ketika kondisi di lapangan memungkinkan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan langkah itu sudah masuk dalam perencanaan yang matang. Ia menegaskan, Inggris ingin memastikan keterlibatannya siap berjalan dalam kerangka kerja sama yang dipimpin bersama oleh London dan Paris, demikian dikutip dari AFP, Minggu, 10 Mei 2026.
Rencana tersebut berkaitan erat dengan upaya Inggris dan Prancis memulihkan arus perdagangan di Selat Hormuz. Sebelum perang AS-Israel dengan Iran meletus pada 28 Februari lalu, selat itu menjadi jalur utama bagi hampir seperlima distribusi minyak dunia.
Situasi kemudian memburuk setelah Iran menutup akses secara besar-besaran dan Amerika Serikat memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Dampaknya langsung terasa di pasar global, dengan harga minyak melonjak tajam dan volatilitas meningkat.
Pembahasan mengenai misi pengamanan internasional juga telah digelar dalam pertemuan pertahanan di London pada April lalu. Agenda itu dihadiri lebih dari 44 negara, dengan para perencana militer membedah aspek teknis pembentukan operasi gabungan.
Sekitar 40 negara disebut telah menyatakan dukungan terhadap inisiatif yang digerakkan London dan Paris tersebut. Dukungan itu mencakup pengawalan kapal komersial serta operasi pembersihan ranjau laut.
Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah jet tempur AS menyerang dua kapal tanker berbendera Iran. Washington menuduh kapal-kapal itu menantang blokade, sementara Teheran membalas dengan aksi serangan.
Di tengah eskalasi itu, kehadiran HMS Dragon menguatkan indikasi bahwa Inggris bersiap mengambil peran penting dalam upaya mengamankan salah satu jalur maritim paling strategis di dunia.

