Jakarta – Politikus PDIP Mohammad Guntur Romli menilai manuver politik yang dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo tidak akan berpengaruh terhadap PDI Perjuangan. Menurut dia, tokoh-tokoh yang masuk ke dalam lingkaran politik Jokowi justru banyak berasal dari partai lain.
Guntur menyebut arah gerak politik Jokowi lebih tampak menyasar kepentingan politik tertentu ketimbang memperkuat posisi PDI Perjuangan. Ia bahkan menyinggung langkah itu tidak berdampak pada partainya.
“Kampanye politik Jokowi itu tidak akan berdampak pada PDI Perjuangan,” kata Guntur kepada wartawan, Jumat 26 Juni 2026.
Ia menunjuk PSI sebagai contoh. Guntur mengatakan, figur-figur yang berhasil dirangkul partai tersebut bukan berasal dari PDI Perjuangan, melainkan dari Nasdem.
Nama-nama seperti Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdie Masse disebutnya sebagai bukti. Dari situ, Guntur menilai partai-partai lain justru yang semestinya lebih waspada.
“Parpol-parpol lain yang mestinya harus lebih waspada,” ujarnya.
Lebih jauh, Guntur menduga langkah politik Jokowi tidak semata-mata diarahkan untuk menopang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai ada kalkulasi lain yang berkaitan dengan masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Guntur mengaitkan hal itu dengan Pilpres 2029. Menurut dia, pengalaman politik Jokowi menunjukkan wakil presiden yang sama tidak lazim bertahan untuk dua periode.
“Karena dari pengalaman Jokowi sendiri, tidak ada namanya wapres yang sama di dua periode,” kata Guntur.

