Jakarta – WWF-Indonesia bersama SalingJaga dari Kitabisa menggerakkan kampanye konservasi lewat ajang lari lintas alam bertajuk Eco Echo Trail Run 2026. Kegiatan amal dengan tema “Every Step Echoes Conservation” ini tidak hanya menawarkan pengalaman olahraga di alam, tetapi juga membawa pesan pelestarian ekosistem dan perlindungan satwa liar, khususnya gajah Sumatra.
Menjelang pelaksanaan utama pada Minggu, 21 Juni 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kedua pihak lebih dulu menggelar media gathering pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 16.00-18.00 WIB, di Neo Atrium Central Park Mall 2, Jakarta. Acara itu dihadiri wartawan, peserta, serta para mitra kolaborasi.
Rangkaian Eco Echo Trail Run 2026 dirancang sebagai sarana edukasi publik agar masyarakat ikut memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. WWF-Indonesia dan SalingJaga menempatkan perlindungan gajah Sumatra serta pemulihan Lanskap Peusangan di Aceh sebagai fokus utama gerakan ini.
Direktur People and Growth WWF-Indonesia, Rusyda Deli, mengatakan setiap langkah peserta memiliki makna lebih dari sekadar mencapai garis finis. “Setiap langkah yang diambil peserta bukan sekadar perjalanan menuju garis finish, tetapi juga kontribusi nyata untuk menyuarakan pentingnya pelestarian habitat Gajah Sumatra,” ujarnya.
Menurut WWF-Indonesia, Lanskap Peusangan merupakan kawasan penting bagi gajah Sumatra karena menjadi habitat sekaligus jalur jelajah alami satwa tersebut. Kawasan ini juga berperan strategis menjaga keseimbangan ekosistem yang memberi manfaat bagi warga sekitar.
Melalui berbagai upaya konservasi dan kolaborasi lintas pihak, perlindungan habitat gajah terus diperkuat. WWF-Indonesia menilai langkah itu bukan hanya menjaga kelestarian satwa, tetapi juga menopang keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.
Rusyda menegaskan konservasi tidak bisa dipahami sebatas penyelamatan spesies terancam punah. Menurut dia, konservasi adalah bagian dari upaya menjaga sistem penyangga kehidupan. “Gajah Sumatra adalah spesies payung yang keberlangsungan hidupnya mencerminkan kesehatan ekosistem hutan Sumatra. Ketika habitatnya terjaga, maka keanekaragaman hayati, sumber air, dan fungsi ekologis yang penting bagi masyarakat juga turut terjaga,” katanya.
Eco Echo Trail Run 2026 juga diarahkan untuk mendekatkan isu lingkungan dengan gaya hidup aktif yang kini semakin banyak diminati, terutama di kalangan generasi muda dan komunitas olahraga. Melalui olahraga lari, kampanye konservasi diharapkan menjangkau publik lebih luas.
Setiap partisipasi dalam ajang ini akan membantu program konservasi gajah Sumatra sekaligus mendukung mitigasi konflik manusia dan satwa liar. WWF-Indonesia menyebut gerakan ini sebagai contoh bahwa menjaga keseimbangan ekosistem bisa dilakukan secara inklusif, dengan melibatkan komunitas pelari, media, organisasi lingkungan, mitra korporasi, hingga masyarakat umum.
“Eco Echo Trail Run wujud nyata bagaimana konservasi dapat menjadi gerakan yang inklusif dan melibatkan masyarakat secara luas. WWF-Indonesia percaya bahwa perlindungan Gajah Sumatra dan habitatnya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja,” ujar Rusyda. Ia menambahkan, kolaborasi masyarakat, komunitas, sektor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil dibutuhkan agar lanskap penting seperti Peusangan tetap terjaga.
Panitia juga menyiapkan akses bagi peserta untuk meninjau laporan dampak sosial dari kontribusi mereka melalui beyondthegame.id, platform olahraga berbasis amal. Dengan begitu, para peserta dapat melihat jejak kontribusi yang mereka berikan lewat keikutsertaan dalam program ini.

