Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026. Ajang lari berskala internasional ini diselenggarakan selama dua hari, yakni 13-14 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi ke-499 Kota Jakarta.
Perhelatan ini melibatkan empat kategori lomba utama, yaitu BSN 5K, EJ Sport 10K, Le Minerale Half Marathon, dan BTN Marathon. Fokus lintasan perlombaan dipusatkan pada sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota, khususnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Monumen Nasional (Monas).
Hari pertama penyelenggaraan, Sabtu (13/6), dikhususkan untuk kategori BSN 5K dan EJ Sport 10K yang berlangsung sejak pukul 03.00 hingga 07.30 WIB. Peserta kategori BSN 5K menempuh rute mulai dari Jalan APEC Gelora Bung Karno, melintasi Jalan Jenderal Sudirman, melewati simpang susun Semanggi, melakukan putar balik di Bundaran Senayan, dan berakhir di Jalan APEC.
Sementara itu, rute untuk kategori EJ Sport 10K dimulai dari Jalan APEC, berlanjut ke Jalan Gatot Subroto, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman arah utara, melintasi Bundaran HI, kembali ke Jalan Jenderal Sudirman arah selatan, melewati simpang susun Semanggi, Jalan Gatot Subroto, dan berakhir di area jogging track GBK.
Sehubungan dengan digelarnya ajang olahraga berskala besar ini, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas serta sejumlah rute alternatif. Langkah ini diambil guna meminimalisir dampak kemacetan di ruas-ruas jalan yang menjadi lintasan para pelari.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan jadwal perjalanan mereka selama kegiatan berlangsung. Pihaknya meminta masyarakat agar memilih jalur alternatif yang telah dipersiapkan agar seluruh aktivitas warga tetap berjalan lancar meski terdapat pembatasan akses di titik tertentu.
Budi menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dengan pergerakan pelari di lapangan. Oleh karena itu, koordinasi di lapangan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di sekitar area perlombaan.
Terdapat sejumlah opsi rute alternatif yang disiapkan bagi pengendara. Bagi kendaraan dari arah utara (Harmoni) yang menuju timur (Menteng), disarankan melewati Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Imam Bonjol. Sedangkan arus dari arah selatan (Blok M) menuju utara (Tugu Tani) dapat melalui rute Jalan Trunojoyo, Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Kapten Tendean, Jalan Terusan Rasuna Said, Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Dr. GGS Ratulangi, hingga Jalan Menteng Raya.
Bagi pengendara yang ingin menuju Harmoni dari arah selatan (Blok M), Dishub mengarahkan kendaraan melalui Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekir II, Jalan Hang Lekir I, Jalan Asia Afrika, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Gatot Subroto, Jalan K.S. Tubun, Jalan Jatibaru Raya, Jalan Abdul Muis, hingga Jalan Majapahit.
Untuk lalu lintas dari timur (Menteng) menuju barat (Tanah Abang), pengendara dapat menggunakan jalur Jalan Imam Bonjol, Jalan K.H. Wahid Hasyim, dan Jalan K.H. Mas Mansyur. Sementara dari arah barat (Tanah Abang) menuju timur (Manggarai), jalur yang disarankan adalah melalui Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan R.M. Margono Djojohadikoesoemo, Jalan Galunggung, dan Jalan Sultan Agung.
Rute alternatif juga tersedia untuk akses menuju kawasan stadion GBK. Pengendara dari arah Jalan Pattimura atau Blok M diarahkan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekir, Jalan Asia Afrika, hingga menuju Pintu Satu Senayan. Sebaliknya, akses keluar dari GBK menuju selatan (Blok M) dialihkan melalui Jalan Pintu Satu Senayan, Jalan Asia Afrika, Jalan Hang Tuah Raya, Jalan Hang Tuah X, Jalan Pati Unus, dan Jalan Kyai Maja.

