Jakarta – PT Bundamedik Tbk (BMHS) memaparkan capaian keuangan yang tumbuh kuat sepanjang 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Perseroan mencatat laba bersih terkonsolidasi naik 57 persen dibanding periode sebelumnya menjadi Rp29,7 miliar, sementara EBITDA bertambah 9 persen secara tahunan menjadi Rp242 miliar.
Manajemen menyebut hasil tersebut ditopang oleh kombinasi pertumbuhan bisnis dan efisiensi operasional yang lebih baik. Dalam rapat itu, BMHS juga meminta persetujuan pemegang saham untuk sejumlah agenda korporasi, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penggunaan laba bersih, penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit laporan keuangan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2026, hingga pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan direksi serta komisaris pada 2026.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk Agus Heru Darjono mengatakan BMHS mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah perubahan industri yang dinamis. Menurut dia, kenaikan laba bersih menunjukkan kedisiplinan perseroan dalam mengeksekusi strategi, mulai dari efisiensi, pengembangan layanan bernilai tinggi, hingga penguatan ekosistem kesehatan yang terintegrasi.
Kinerja unit rumah sakit baru juga menunjukkan tren positif. Sejak 2023 hingga 2025, pertumbuhannya tercatat naik 30 persen, menandakan strategi integrasi dan pengembangan pascaakuisisi berjalan efektif. Seluruh rumah sakit baru pun sudah membukukan EBITDA positif, yang menjadi sinyal penguatan operasional sekaligus finansial atas aset yang diakuisisi.
Dari sisi pendapatan rumah sakit, segmen Korporasi dan Asuransi menyumbang 43,2 persen dari total pendapatan pada 2025. Kapasitas layanan ikut meningkat setelah total tempat tidur bertambah 4 persen secara tahunan menjadi 601 unit usai konsolidasi RSIA Pusura Tegalsari Surabaya. Volume tindakan bedah tumbuh 10 persen menjadi sekitar 16 ribu tindakan, sedangkan hari rawat inap dan jumlah pasien rawat inap masing-masing naik 2 persen.
Posisi BMHS sebagai pelopor layanan ibu dan anak juga tercermin dari kontribusi segmen ini yang menyumbang 51 persen dari total pendapatan rumah sakit pada 2025. Penguatan itu didorong jaringan Center of Excellence untuk wanita dan anak, dukungan dokter subspesialis dan spesialis, serta layanan neonatal yang menjadi salah satu andalan grup.
Di jaringan RS Bunda Group, BMHS memiliki 31 tempat tidur NICU dan rata-rata menangani 250 hingga 300 bayi risiko tinggi setiap tahun. NICU RSIA Bunda Jakarta juga telah berkembang menjadi pusat rujukan nasional, didukung tim Dokter Subspesialis Neonatologi dan 10 tempat tidur NICU hingga akhir 2025. Perseroan juga tercatat sebagai pelopor program Family Integrated Care (FICare) di Indonesia, pendekatan yang melibatkan orang tua secara aktif dalam perawatan bayi prematur dan terbukti memperbaiki luaran klinis.
Di lini anak usaha, Morula IVF tetap memimpin pasar fertilitas nasional dengan pangsa pasar 41 persen pada kuartal IV 2025. Aktivitas siklus IVF juga menguat pada akhir tahun, tercermin dari fresh cycle yang naik 9 persen dibanding kuartal sebelumnya dan 8 persen secara tahunan.
Sementara itu, Diagnos Laboratorium mencatat lonjakan volume tes 47 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025. Sepanjang 2025, total tes mencapai 957.447 atau tumbuh 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan kuartal IV 2025 pun naik 22 persen secara tahunan, didorong ekspansi jaringan menjadi 37 outlet atau bertambah 12 outlet baru, pengembangan layanan Molecular & Genomic Testing, kemitraan dengan Helix Clinic, serta perluasan pasar ke segmen direct-to-patient.
BMHS juga menegaskan posisinya dalam inovasi medis, terutama di bidang robotic surgery. Per akhir 2025, perseroan telah menjalankan lebih dari 800 tindakan robotic surgery dalam rekam jejak lebih dari 13 tahun. Pada Oktober 2025, BMHS mencatat tonggak baru lewat pelaksanaan Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara, sebuah prosedur yang membantu mempertahankan bentuk alami payudara bagi penyintas kanker.
Di tahun yang sama, RSU Bunda Jakarta juga berhasil melakukan delapan prosedur transplantasi ginjal dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk Dr. dr. Ivan Rizal Sini menegaskan bahwa BMHS dibangun untuk menghadirkan layanan kesehatan yang unggul, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Ke depan, kami akan terus memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, memperkuat ekosistem BMHS Group, dan menghadirkan nilai jangka panjang melalui inovasi dan pengembangan layanan kesehatan,” ujarnya.
Dalam strategi jangka menengah, BMHS menargetkan kapasitas hingga 1.000 tempat tidur pada akhir 2028. Langkah itu diperkuat dengan penandatanganan MoU pada April 2026 bersama PT Sinar Medika Langgeng, anak usaha Sinar Mas Land, untuk mengembangkan rumah sakit berstandar internasional di KEK BSD. Fasilitas tersebut akan memperkuat layanan fertilitas, kesehatan wanita dan anak, serta bedah canggih untuk segmen medical tourism.
Di sisi internal, perseroan juga mencatat perbaikan budaya kerja. Tingkat turnover karyawan turun dari 17,7 persen pada 2024 menjadi 13,3 persen pada 2025. Dengan fundamental bisnis yang dinilai semakin kuat, rekam jejak inovasi lebih dari 53 tahun, dan ekosistem grup yang kian solid, BMHS menyatakan optimistis melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik dan holistik bagi keluarga Indonesia.

