JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot mencatatkan performa impresif pada perdagangan Senin (15/6/2026) siang. Mata uang Garuda berhasil menguat signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sentimen positif yang menyelimuti pasar keuangan Asia.
Hingga pukul 12.20 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp 17.663 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan sebesar 1,11% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang berada di level Rp 17.860 per dolar AS.
Lonjakan nilai tukar rupiah ini menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam daftar penguatan mata uang di kawasan Asia. Seluruh mata uang di Asia tampak kompak bergerak di zona hijau terhadap dolar AS pada sesi perdagangan siang ini.
Di bawah rupiah, rupee India menyusul dengan penguatan sebesar 0,60%. Selanjutnya, baht Thailand mencatatkan kenaikan 0,57%, disusul oleh won Korea sebesar 0,48%, dan peso Filipina yang menguat sebesar 0,42%.
Selain mata uang tersebut, dolar Taiwan juga terpantau menguat 0,35% terhadap dolar AS. Pergerakan positif juga dialami oleh ringgit Malaysia yang naik 0,28%, dolar Singapura menguat 0,26%, serta yen Jepang dengan kenaikan 0,14%.
Mata uang kawasan lainnya yakni yuan China dan dolar Hong Kong juga tercatat menguat, meskipun dengan margin yang lebih tipis. Yuan China menguat 0,07%, sementara dolar Hong Kong mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,004% terhadap dolar AS.
Tren penguatan mata uang regional ini sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS secara global. Indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tersebut terpantau berada di level 99,39.
Angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir pekan lalu yang berada di level 99,74. Pelemahan indeks dolar AS ini menjadi katalis utama yang memberikan ruang bagi mata uang Asia, termasuk rupiah, untuk melakukan apresiasi.
Sentimen positif di pasar valuta asing siang ini juga beriringan dengan dinamika di pasar modal domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut mencatatkan penguatan tajam sebesar 5,03% ke level 6.309 pada sesi pertama perdagangan Senin (15/6/2026).
Beberapa saham yang masuk dalam indeks LQ45 mencatatkan performa terbaik sebagai top gainers. Saham-saham tersebut di antaranya adalah DEWA, BUMI, dan AMMN yang memimpin pergerakan pasar saham nasional di awal pekan ini.
Kombinasi antara penguatan rupiah dan kenaikan indeks saham mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi nasional. Momentum ini menunjukkan adanya arus masuk modal ke pasar keuangan Indonesia yang dipicu oleh perubahan sentimen terhadap dolar AS di pasar global.
Hingga siang ini, pergerakan rupiah masih terus dipantau oleh para pelaku pasar. Fokus investor kini tertuju pada keberlanjutan tren penguatan ini hingga penutupan pasar sore nanti.

