JAKARTA – Wall Street menutup perdagangan akhir pekan pada Jumat (12/6/2026) dengan penguatan signifikan yang dimotori oleh debut spektakuler saham SpaceX. Indeks utama mencatatkan kenaikan seiring dengan tingginya antusiasme investor terhadap penawaran umum perdana (IPO) yang tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar modal Amerika Serikat tersebut.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 353,51 poin atau 0,70% ke level 51.202,26. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 37,16 poin atau 0,50% ke posisi 7.431,46, dan Nasdaq Composite mencatatkan kenaikan 79,18 poin atau 0,31% ke level 25.888,84.
Sepanjang pekan ini, ketiga indeks utama tersebut berhasil mencatatkan kenaikan sekitar 7%. Kendati demikian, pasar masih diwarnai dinamika arus keluar dana ekuitas AS untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir, menyusul konfirmasi koreksi pada sektor teknologi awal pekan ini.
Para analis menilai, pelemahan pasar yang sempat terjadi sebelumnya kemungkinan besar disebabkan oleh aksi investor yang melakukan penyesuaian portofolio. Langkah ini diambil para pedagang untuk mengumpulkan likuiditas sebelum masuk ke dalam debut saham SpaceX di bursa Nasdaq.
Saham SpaceX milik Elon Musk mencatatkan performa impresif dengan lonjakan 19,2% ke harga US$ 160,95 per lembar. Angka ini melampaui harga IPO yang ditetapkan sebesar US$ 135 per saham, sehingga perusahaan tersebut kini memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$ 2,1 triliun.
Kehadiran SpaceX di bursa publik kini menempatkannya sebagai salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Keberhasilan ini turut memicu perhatian luas, terutama karena SpaceX mengintegrasikan entitas Starlink dan xAI di bawah naungannya.
Di sisi lain, saham perusahaan sektor antariksa lainnya justru mengalami tekanan jual. Saham Rocket Lab tercatat turun 10,8%, Intuitive Machines terkoreksi 13,1%, dan Planet Labs melemah 8,8%.
Mike Dickson, kepala riset dan strategi kuantitatif di Horizon Investments, menyatakan keterkejutannya terhadap minimnya volatilitas pergerakan saham SpaceX. Meski antusiasme pasar sangat besar, ia menyoroti fundamental perusahaan yang tahun lalu mencatatkan kerugian lebih dari US$ 4 miliar.
Jake Dollarhide dari Longbow Asset Management memperingatkan bahwa sentimen pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Menurutnya, SpaceX saat ini dinilai terlalu tinggi oleh pasar, sehingga risiko koreksi tetap terbuka lebar bagi para investor.
Selain euforia SpaceX, sentimen positif di pasar juga didorong oleh sinyal kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pejabat senior AS menyatakan draf proposal perdamaian telah disiapkan dan mendapat respons positif dari kedua pihak.
Presiden AS Donald Trump diketahui telah memberikan indikasi serupa sejak pertengahan Maret lalu bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran sudah berada di depan mata. Progres diplomatik ini berhasil menekan harga minyak dunia sekaligus meredakan kekhawatiran pasar terkait inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.
Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan. Ini akan menjadi rapat perdana di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, di mana pasar akan mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga. Saat ini, para pedagang dana berjangka Fed memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 55% pada Desember mendatang.

