Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau lebih dikenal sebagai Uya Kuya, membantah keras kabar yang beredar di media sosial tentang kepemilikan 750 dapur makan bergizi gratis (MBG). Ia menyebut informasi tersebut sebagai hoaks dan fitnah.
Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini merasa tuduhan tersebut tidak masuk akal. Pasalnya, mengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bukanlah hal mudah dan memerlukan izin yang kompleks.
“Orang membuat berita hoaks saya punya 750 dapur katanya. Ini kayak orang dipikir buka dapur ini kayak orang jualan cilok di depan-depan sekolah, segampang itu, kan enggak,” tegas Uya Kuya di Kompleks DPR, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Uya Kuya menduga, penyebaran hoaks ini bertujuan untuk memfitnah dirinya dan mencoreng program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Merasa dirugikan, ia telah melaporkan sepuluh akun media sosial yang menyebarkan kabar bohong tersebut ke Polda Metro Jaya.
Langkah hukum ini diambil bukan tanpa alasan. Uya Kuya mengaku masih trauma dengan kejadian pada Agustus 2025, saat rumahnya menjadi sasaran penjarahan akibat berita hoaks yang beredar.
“Gue mengingat kejadian kemarin, ya itu trauma. Sampai kemarin rumah gue dijarah segala macam karena berita hoaks yang beredar,” ungkapnya. Pelaporan ini, menurutnya, adalah bentuk klarifikasi dan antisipasi agar hoaks tidak semakin meluas.
Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan dari Uya Kuya terkait penyebaran berita bohong ini. “Iya benar (ada laporan), penyebaran berita bohong,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, seperti dikutip dari Antara.
Laporan Uya Kuya tercatat dengan nomor STTP/B/2746/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 18 April 2026 pukul 22.10 WIB. Ia melaporkan dugaan tindak pidana terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

