IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Purbaya Tegaskan Indonesia Tidak Berkomitmen Bayar Iuran BoP

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan tidak memiliki komitmen untuk membayar iuran sebesar US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 17,14 triliun kepada *Board of Peace* (BoP). Dewan Perdamaian tersebut merupakan lembaga yang bertugas mengawal transisi dan rekonstruksi di Jalur Gaza.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa posisi pemerintah hingga saat ini tetap konsisten, yakni hanya berkomitmen mengirimkan pasukan untuk misi perdamaian, bukan memberikan kontribusi dana.

“Presiden selalu bilang: tidak, kita belum ada komitmen bayar. Dari pertama kita komit kirim pasukan, ya, kita komit kirim pasukan, tapi tidak ada komitmen bayar,” ujar Purbaya di Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.

Purbaya menambahkan, dirinya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan anggaran terkait iuran tersebut. Ia juga menekankan keberatannya jika dana negara dialokasikan untuk kepentingan yang berkaitan dengan Israel, seraya menegaskan bahwa sikap pemerintah tidak berubah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah membantah rumor yang menyebut Indonesia menjanjikan iuran senilai US$ 1 miliar kepada lembaga yang disebut digagas oleh Presiden Donald Trump tersebut.

Tanggapan BPS Terkait Perbedaan Data Garis Kemiskinan Bank Dunia

Menurut Prabowo, keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian hanya sebatas pengiriman prajurit melalui Pasukan Stabilisasi Internasional. Penegasan ini disampaikan Prabowo di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada 17–18 Maret 2026 lalu.

“Kami tidak pernah mengatakan bahwa kami mau ikut iuran US$ 1 miliar,” tegas Prabowo dalam wawancara yang dirilis Sekretariat Presiden, Minggu, 22 Maret 2026.

Sebagai bukti penguatan posisi tersebut, Prabowo menyoroti absennya Indonesia dalam pertemuan *funding donors* di Washington D.C. pada 19 Februari 2026. Hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia tidak terlibat dalam komitmen pendanaan awal, melainkan hanya berfokus pada kesiapan personel militer sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru