DENPASAR, Gonesia.com – Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat di Jalan Padma, Gang Indrablaka II, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, pada Rabu (23/9) pagi.
Insiden yang terjadi tepat pukul 05.00 WITA tersebut menghanguskan tiga unit usaha sekaligus.
Bangunan yang terdampak meliputi toko sol sepatu, bengkel servis sadel motor, serta sebuah toko perlengkapan upacara atau canang.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyatakan berdasarkan laporan dari JPNN.com bahwa pemicu utama kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik.
Kondisi bangunan yang sedang tidak berpenghuni saat kejadian membuat api dengan cepat merambat ke seluruh area.
“Api cepat membesar karena terdapat banyak bahan yang mudah terbakar di dalam toko,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Rabu (23/9).
Ia menambahkan bahwa dugaan kuat insiden ini berawal dari korsleting listrik di salah satu titik bangunan.
Pemilik bangunan, Made Gede Sandana, baru menyadari tempat usahanya terbakar setelah menerima informasi dari warga sekitar.
Estimasi kerugian yang dialami pemilik bangunan akibat musibah ini mencapai Rp 25 juta.
Dampak lebih besar dirasakan oleh Budi Wibowo, penyewa toko sol sepatu dan servis sadel motor.
Budi diketahui sedang berada di kampung halamannya di Pulau Jawa ketika peristiwa nahas tersebut berlangsung.
Ia harus menelan kerugian materiil sekitar Rp 75 juta lantaran seluruh peralatan usahanya habis dilahap api.
Nasib serupa dialami oleh Ni Ketut Ariani yang merupakan pemilik toko canang.
Ia mengaku terkejut saat menerima telepon pagi hari ketika dirinya masih berada di indekos.
Lapak dagangannya tidak terselamatkan karena toko tersebut dijadwalkan baru beroperasi pada pukul 06.00 WITA.
Kerugian yang diderita oleh Ni Ketut Ariani diperkirakan mencapai Rp 10 juta.
Pemerintah Kota Denpasar segera merespons laporan warga dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan kobaran api secara total dalam waktu 30 menit.
Beruntung, musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka bagi warga sekitar.
Total kerugian materiil dari ketiga unit usaha tersebut ditaksir mencapai angka Rp 110 juta.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran.
“Kasus ini masih ditangani aparat kepolisian,” lanjutnya.
Petugas kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti pendukung.
Kondisi area sekitar lokasi saat ini masih dalam pengawasan untuk memastikan api tidak muncul kembali.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik di bangunan usaha maupun rumah tinggal.


