IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Survei BI: Pasar Rumah Belum Bergairah, Pembeli Masih Menahan Diri Hingga September 2025.

JAKARTA – Pasar properti residensial di Indonesia masih menunjukkan tren perlambatan hingga Kuartal III 2025. Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan harga rumah di pasar primer hanya terbatas, seiring dengan masih terkontraksinya penjualan, berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) terbaru.

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada periode Juli-September 2025 ini hanya meningkat 0,84 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 0,90 persen (yoy) yang tercatat pada Kuartal II 2025.

BI menjelaskan, perlambatan harga ini terutama terjadi pada rumah tipe kecil dan menengah. Masing-masing hanya naik 0,71 persen (yoy) dan 1,18 persen (yoy), lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Sementara itu, rumah tipe besar menunjukkan kenaikan tipis dari 0,70 persen menjadi 0,72 persen (yoy).

Secara geografis, perlambatan harga residensial tersebar di 11 dari 18 kota yang disurvei. Surabaya menjadi wilayah dengan kontraksi pertumbuhan paling dalam, yakni minus 0,02 persen (yoy) pada Kuartal III 2025, setelah sebelumnya tumbuh positif 0,44 persen (yoy). Meskipun demikian, beberapa kota masih mencatat kenaikan, terutama Pontianak dengan 3,74 persen (yoy) dan Yogyakarta dengan 1,92 persen (yoy).

Tidak hanya harga, sisi permintaan juga menunjukkan penurunan. Secara keseluruhan, penjualan properti residensial masih terkontraksi 1,29 persen (yoy) pada Kuartal III 2025. Meskipun angka ini membaik dari kontraksi 3,80 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, tren penurunan tetap ada.

Properti Dekat Transportasi Massal Jadi Incaran Utama Pekerja Urban

Penjualan rumah tipe besar terkontraksi lebih dalam, yakni 23 persen (yoy), dibandingkan 14,95 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya. Penjualan rumah tipe menengah juga masih terkontraksi 12,27 persen (yoy), meskipun tidak sedalam kontraksi 17,69 persen (yoy) pada periode sebelumnya. Menariknya, penjualan rumah tipe kecil justru menunjukkan peningkatan signifikan, tumbuh 14,95 persen (yoy), naik dari 6,70 persen pada kuartal sebelumnya.

Dari sisi pembiayaan, pengembang properti masih mengandalkan dana internal sebagai sumber utama pendanaan pembangunan, dengan porsi 77,67 persen.

Di sisi konsumen, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi skema dominan untuk membiayai pembelian rumah. Pangsa KPR mencapai 74,41 persen dari total transaksi pembelian.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru