IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Harga Batubara Naik 6,9% Sepekan Didorong Kuatnya Permintaan dari Asia

Tumpukan batubara hitam di area pertambangan sebagai komoditas energi global
Harga batubara dunia melonjak 6,9 persen dalam sepekan akibat tingginya permintaan dari pasar Asia.

JAKARTA, Gonesia.com – Harga komoditas batubara dunia mencatatkan tren penguatan signifikan hingga menembus level US$ 139,50 per ton pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026.

Lonjakan harga sebesar 6,29 persen dalam kurun waktu satu hari tersebut dipicu oleh krisis stok energi yang melanda sejumlah pembangkit listrik di India.

Data Trading Economics menunjukkan bahwa komoditas ini telah mengalami reli kenaikan sebesar 6,90 persen dalam basis mingguan.

Secara bulanan, grafik harga batubara juga menunjukkan tren positif dengan akumulasi kenaikan mencapai 7,10 persen.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures, Brahmantya Himawan, menyatakan bahwa dinamika permintaan dari kawasan Asia menjadi mesin utama penggerak harga saat ini.

BGN Alokasikan Rp234 Triliun untuk Program Makan Bergizi di 2027

“Saya melihat masih ada support dari Asia, terutama China dan India,” kata Brahmantya kepada Kontan, Jumat (28/8/2026).

Ia menambahkan bahwa India kini menjadi fokus utama pasar karena ketergantungan mereka yang tinggi terhadap pasokan batubara untuk sektor ketenagalistrikan.

Data terbaru mencatat sebanyak 45 pembangkit listrik tenaga batubara di India kini berada dalam status persediaan kritis.

Angka tersebut menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan dengan jumlah pembangkit yang mengalami masalah serupa pada akhir Juli lalu, yakni sebanyak 31 unit.

Dia mengungkapkan bahwa stok batubara di pembangkit-pembangkit tersebut telah menyusut sekitar 19 persen sejak bulan lalu.

414 Dapur MBG Belum Beroperasi, BGN Kembalikan Rp311 Miliar ke Negara

Saat ini, cadangan yang tersisa di India dilaporkan hanya mampu mencukupi kebutuhan operasional untuk jangka waktu sekitar 10 hari saja.

Kondisi darurat pasokan di India diprediksi akan memaksa pemerintah setempat melakukan impor besar-besaran dalam waktu dekat.

Peningkatan permintaan yang mendadak ini diyakini akan memberikan tekanan beli yang cukup kuat terhadap harga batubara global.

Brahmantya memproyeksikan pergerakan harga batubara akan berada di rentang US$ 130 hingga US$ 155 per ton hingga penutupan akhir tahun 2026.

Ia menekankan bahwa level harga US$ 150 per ton sangat terbuka untuk dicapai jika gangguan pasokan terus berlanjut.

Ekspor Udang Kaltim Tembus 8 Negara dengan Volume 1.385,88 Ton

Kendati demikian, ia menilai volatilitas harga batubara masih relatif lebih moderat jika dibandingkan dengan komoditas energi lainnya seperti minyak bumi.

Karakteristik pasar batubara yang cenderung lebih stabil menjadi alasan mengapa lonjakan harga tidak seekstrem komoditas minyak.

Para pelaku pasar kini diperintahkan untuk memantau ketat perkembangan kebijakan energi di India sebagai indikator penentu arah harga selanjutnya.

Faktor ketahanan pasokan global juga akan menjadi variabel krusial dalam menjaga keseimbangan harga di sisa tahun ini.

Stabilisasi harga batubara sangat bergantung pada kecepatan India dalam memenuhi kebutuhan stok pembangkit listrik mereka.

Jika angka permintaan terus menanjak, ruang penguatan harga batubara di pasar internasional dipastikan masih terbuka lebar.

Komentar

Berita Populer

01

Saham Blue Chip Tertekan, Simak Peluang Rebound Semester II 2026

02

Manufaktur Indonesia Targetkan Pertumbuhan 5,51 Persen di 2026

03

Contraflow Jakarta-Cikampek KM 55-65 Berlaku: Cek Info Terbaru!

04

PLTMG Gunungsitoli Amankan Listrik Nias, Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Nataru

05

Biochar Sisik Ikan Perkuat Komposit Serat Karbon, Kurangi Limbah, Tingkatkan Kekuatan

06

Profil Erling Haaland: Harapan Norwegia dan Kandidat Top Skor Piala Dunia 2026

07

Petugas PPSU Jakarta Utara Menjaga Integritas Kerja di Tengah Godaan Manipulasi

08

Bencana Sumatra Rusak Parah 54 Sekolah; Siswa Belajar di Tenda

Berita Terbaru