Bekasi – Menteri Sosial Saifullah Yusuf meluncurkan program Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Rabu (24/12/2025), dengan tujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Saifullah menekankan pentingnya negara hadir dalam mengatasi kesenjangan pendidikan.
"Ini adalah kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Negara tidak boleh absen," ujarnya. Ia menambahkan bahwa program yang telah berjalan lima bulan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan anak, tetapi juga kondisi keluarga. "Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas," katanya, mengacu pada gagasan peningkatan sosial ekonomi keluarga.
Saifullah menegaskan seluruh siswa Sekolah Rakyat harus menyelesaikan pendidikan hingga SMA, dan pemerintah akan memberikan pembinaan lanjutan bagi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. "Anak-anak yang sekolah di sini tidak boleh putus sekolah, harus terus lanjut sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi," tegasnya.
Nazriel, seorang siswa, mengalami perubahan signifikan dalam lima bulan, dari tidak bisa membaca menjadi berprestasi. Ibunya mengungkapkan, "Dulu dia tidak bisa bangun pagi, sekarang karena ada kegiatan sekolah jadi terbiasa, yang tadinya tidak bisa membaca juga jadi bisa." Jumaroh, siswa lain, hampir putus sekolah sebelum mengikuti program ini. Ayahnya berkata, "Kalau tidak ada Sekolah Rakyat, anak saya mungkin sudah berhenti sekolah." Jumaroh sendiri merasa, "Ini seperti rumah kedua aku. Aku bahagia di sini."
Seorang wali murid menceritakan anaknya yang berprestasi namun terhambat biaya, kini bisa meraih medali di Sekolah Rakyat. "Di Sekolah Rakyat, anak saya bisa meraih tiga medali emas," ungkapnya.
Acara diwarnai pembacaan surat seorang siswa untuk Presiden Prabowo Subianto, menceritakan masa lalu yang sulit. "Seragam sekolah pernah menjadi mimpi, karena sekolah terasa sangat jauh untuk aku capai," tulisnya, dan berjanji akan belajar sungguh-sungguh. "Terima kasih untuk Pak Presiden, karena adanya Program ini aku tidak lagi merasa ditinggalkan," tutupnya. Acara ditutup dengan doa bersama lintas agama.


