IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Rupiah Melemah Tujuh Sesi Beruntun ke Rp17.758 per Dolar AS

Grafik pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat di layar monitor perdagangan
Nilai tukar rupiah ditutup melemah di level Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

JAKARTA, Gonesia.com – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan tren negatif dengan ditutup melemah di level Rp 17.758 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

Pelemahan tipis sebesar 0,03% dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.753 per dolar AS ini menandai rangkaian tren penurunan yang kian mengkhawatirkan.

Data perdagangan menunjukkan bahwa mata uang Garuda tersebut kini telah mencatatkan pelemahan selama tujuh sesi perdagangan berturut-turut.

Tekanan terhadap mata uang domestik ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang cenderung variatif hingga penutupan sesi sore pukul 15.00 WIB.

Menurut laporan Kontan, sentimen global yang memengaruhi pergerakan mata uang regional tampak memberikan beban yang cukup signifikan bagi rupiah.

IHSG Tertekan Suku Bunga Tinggi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Ia mencatat bahwa di kawasan Asia, yen Jepang menjadi mata uang dengan koreksi terdalam setelah anjlok sebesar 1,03%.

Posisi yen yang terpuruk diikuti oleh won Korea Selatan yang juga mengalami tekanan pasar dengan pelemahan sebesar 0,29%.

Selain itu, dolar Singapura tercatat terkoreksi sebesar 0,1% terhadap mata uang dolar AS.

Kondisi serupa juga dialami oleh peso Filipina yang harus rela tergelincir sebesar 0,05% pada akhir sesi perdagangan hari ini.

Sementara itu, baht Thailand juga tidak mampu mempertahankan posisinya dan ditutup melemah tipis sebesar 0,04%.

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rebalancing FTSE Russell, Analis Rekomendasikan ADMR dan EMAS

Namun, di sisi lain, ringgit Malaysia justru menunjukkan performa yang kontras dengan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia hari ini.

Mata uang negeri jiran tersebut terpantau melesat tajam hingga 0,44% di pasar spot.

Sentimen positif juga menyelimuti dolar Taiwan yang berhasil ditutup melonjak sebesar 0,22% terhadap mata uang AS.

Demikian pula dengan yuan China yang mendapatkan momentum penguatan sebesar 0,11% di tengah ketidakpastian pasar global.

Rupee India turut mencatatkan apresiasi meskipun dalam skala yang cukup terbatas, yakni naik sebesar 0,04%.

Katadata Anugerahkan KESGI Award 2026 kepada 58 Perusahaan Berkinerja ESG Terbaik

Dolar Hong Kong melengkapi daftar mata uang yang menguat di Asia dengan kenaikan tipis sebesar 0,02% terhadap the greenback.

Variasi kinerja mata uang di kawasan ini mencerminkan adanya perbedaan respons pasar terhadap kebijakan moneter serta kondisi ekonomi masing-masing negara.

Bagi Indonesia, rentetan pelemahan tujuh hari berturut-turut ini menjadi tantangan tersendiri bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Para pelaku pasar kini tengah menantikan langkah strategis selanjutnya untuk meredam volatilitas yang masih membayangi pergerakan rupiah.

Ketahanan rupiah di masa mendatang sangat bergantung pada bagaimana sentimen eksternal dan fundamental domestik berinteraksi dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pembalikan arah yang signifikan yang mampu membawa rupiah kembali ke zona hijau dalam waktu dekat.

Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan suku bunga global yang kerap menjadi katalis utama bagi fluktuasi mata uang di pasar berkembang.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru