IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

IHSG Tertekan Suku Bunga Tinggi, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi masih akan tertekan akibat kebijakan suku bunga tinggi dari The Fed.

Jakarta, Gonesia.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi terus berada di bawah bayang-bayang tekanan hingga akhir tahun 2026 akibat kebijakan moneter ketat dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Sentimen utama yang memicu volatilitas pasar domestik adalah kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin serta potensi pengetatan kebijakan lanjutan yang memengaruhi aliran modal asing.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa pergerakan imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun yang berada di atas level 5% menjadi salah satu indikator krusial yang menekan pasar saham lokal.

“Kenaikan suku bunga acuan The Fed 25 bps dan peluang kenaikan lanjutan masih menjadi tekanan untuk IHSG, terutama lewat yield US Treasury 10 tahun di atas 5%, rupiah dan foreign flow,” ujar Liza dalam keterangan resminya kepada Kontan.co.id, Kamis (17/9/2026).

Ia menambahkan bahwa kondisi pasar yang tidak menentu ini memaksa pihaknya untuk mengambil pandangan yang lebih konservatif terhadap target IHSG tahun ini.

Rupiah Melemah Tujuh Sesi Beruntun ke Rp17.758 per Dolar AS

Meskipun target resmi Kiwoom Sekuritas masih berada di rentang 7.250 hingga 7.700, ia mengakui adanya potensi penyesuaian target yang lebih moderat.

“Sampai akhir tahun saya masih melihat IHSG volatile dengan flow asing mixed-to-negative. Target Kiwoom 2026 sementara tetap 7.250-7.700, tapi dengan kondisi sekarang saya lebih konservatif ke asal bisa tutup di kepala 7 saja, up to 7.200,” jelasnya.

Menurut dia, perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi atau leverage besar akan menghadapi tantangan biaya pendanaan yang jauh lebih berat di tengah tren suku bunga tinggi.

Ia menyarankan investor untuk beralih ke sektor yang lebih defensif seperti perbankan besar, telekomunikasi, konsumsi pokok, hingga energi.

“Rotasi menurut saya akan lebih ke quality dan earnings visibility, bukan sekadar mengejar growth story,” ungkapnya.

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rebalancing FTSE Russell, Analis Rekomendasikan ADMR dan EMAS

Strategi investasi yang disarankan saat ini adalah memprioritaskan kualitas neraca keuangan, kualitas laba, serta likuiditas saham perusahaan.

Dia juga menegaskan agar investor menghindari saham-saham yang hanya mengandalkan narasi pertumbuhan tanpa didukung oleh kinerja laba yang nyata.

Untuk menghadapi ketidakpastian ini, pendekatan investasi yang dianjurkan adalah melakukan akumulasi secara bertahap saat valuasi pasar sudah berada di level yang menarik.

“Di era suku bunga tinggi saya lebih pilih quality first: balance sheet sehat, earnings nyata, valuasi masuk akal dan likuiditas baik,” lanjutnya.

Kiwoom Sekuritas sendiri masih merekomendasikan sejumlah emiten seperti ANTM, KLBF, BBNI, BBRI, JSMR, dan BRIS yang dinilai memiliki fundamental cukup kuat untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi global.

Katadata Anugerahkan KESGI Award 2026 kepada 58 Perusahaan Berkinerja ESG Terbaik

Pemulihan pasar saham secara signifikan diperkirakan baru akan terbuka lebar jika inflasi di Amerika Serikat mulai melandai dan siklus suku bunga global menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah pada tahun 2027.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

Akselerasi Dekarbonisasi Industri Indonesia Melalui RUEN 2026–2035

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

08

Profil Ikhwan Ali Tanamal, Debutan Gemilang Persib Bandung Lawan Arema FC

Berita Terbaru