Gonesia – Adhyaksa FC resmi mendatangkan bek muda potensial asal Nusa Tenggara Barat, Muhammad Indra Feri Faroni, untuk memperkuat kedalaman skuad menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Kepindahan ini menandai langkah strategis manajemen klub dalam melakukan peremajaan sekaligus meningkatkan kualitas pertahanan tim.
Pemain kelahiran 28 Maret 2001 tersebut sebelumnya merupakan pilar penting di lini belakang FC Bekasi City selama berlaga di Liga 2. Kedatangan Indra Feri diharapkan mampu menjawab kebutuhan tim pelatih akan sosok pemain yang memiliki mobilitas tinggi serta memiliki kemampuan adaptasi taktik yang mumpuni di lapangan hijau.
“Kami melihat potensi besar pada diri Indra Feri. Fleksibilitasnya dalam bermain di beberapa posisi akan memberikan banyak opsi bagi tim pelatih dalam menyusun strategi saat menghadapi ketatnya kompetisi musim depan,” ujar salah satu pihak manajemen klub terkait perekrutan tersebut.
Secara teknis, Indra Feri memang bukan sekadar bek kanan murni. Data dari Transfermarkt mencatat bahwa pemain asal Lombok Barat ini memiliki kemampuan untuk ditempatkan sebagai sayap kanan maupun gelandang bertahan. Kemampuan multifungsi ini dinilai menjadi aset berharga bagi Adhyaksa FC, terutama untuk mengantisipasi jadwal pertandingan yang padat serta kebutuhan rotasi pemain guna menjaga kebugaran tim sepanjang musim.
Perjalanan karier Indra Feri sendiri tidak diraih secara instan. Ia mengawali masa pembinaan sepak bola di SSB Mars Praya, Lombok Barat, sebelum akhirnya bakatnya terpantau oleh PS Mataram. Namanya mulai mencuat ke permukaan saat ia menjadi bagian dari tim Pra PON Nusa Tenggara Barat pada tahun 2019. Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama sebelum akhirnya ia menembus level profesional di kompetisi nasional.
Bagi Indra Feri, bergabung dengan Adhyaksa FC merupakan tantangan sekaligus babak baru dalam karier profesionalnya. Setelah menimba banyak pengalaman kompetitif bersama FC Bekasi City, ia kini dituntut untuk membuktikan kualitasnya di level yang lebih tinggi. Usianya yang baru menginjak 25 tahun menempatkan dirinya dalam fase produktif, di mana ia memiliki peluang besar untuk terus berkembang menjadi salah satu bek sayap terbaik di Indonesia.
Langkah Adhyaksa FC merekrut pemain muda ini juga mencerminkan visi jangka panjang klub. Manajemen tidak hanya berfokus pada hasil instan di musim 2026/2027, tetapi juga berinvestasi pada talenta muda yang memiliki prospek pengembangan berkelanjutan. Diharapkan, proses adaptasi Indra Feri dengan skema permainan tim bisa berjalan lancar, sehingga kontribusinya dapat dirasakan sejak pertandingan pembuka musim mendatang.
Seluruh jajaran pelatih kini tengah mengintegrasikan sang pemain ke dalam sistem permainan utama. Dengan masuknya Indra Feri, komposisi pertahanan Adhyaksa FC kini dipandang lebih solid dan memiliki variasi taktik yang lebih kaya dibandingkan musim sebelumnya. Fokus utama saat ini terletak pada pematangan kerja sama tim guna memastikan seluruh pemain siap menghadapi persaingan sengit yang akan tersaji di kompetisi musim depan.

