JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026). Indeks utama pasar modal Indonesia tersebut ditutup naik 155,72 poin atau sebesar 2,71% ke level 5.902,37.
Di tengah momentum penguatan indeks tersebut, para pelaku pasar kini mencermati pergerakan sejumlah saham emiten besar untuk perdagangan Kamis (11/6). Sejumlah analis telah memetakan dinamika teknikal beberapa saham yang menjadi sorotan investor.
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menjadi salah satu saham yang mendapatkan atensi setelah mencatatkan kenaikan harian sebesar 5,45% ke posisi Rp 348 per saham pada perdagangan Rabu. Berdasarkan analisis teknikal, saham ACES telah menunjukkan penguatan yang cukup konsisten selama dua hari terakhir.
Analis Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora, menilai kenaikan harga ACES dalam jangka pendek kini mulai terbatas. Kondisi ini terjadi karena harga saham telah mendekati area resisten di rentang Rp 354 hingga Rp 358. Sehubungan dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk menerapkan strategi sell on strength dengan level support di angka Rp 310 dan resistance di Rp 358.
Berbeda dengan ACES, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) justru menunjukkan pergerakan yang menantang. Saham emiten tambang ini ditutup terkoreksi 3,40% ke level Rp 4.550 pada Rabu. Secara teknikal, INCO masih terjebak dalam tren penurunan jangka pendek yang ditandai dengan pembentukan rangkaian lower high dan lower low.
Meski demikian, Reza Diofanda dari BRI Danareksa Sekuritas mengamati adanya tanda-tanda fase konsolidasi setelah saham ini mengalami tekanan jual yang cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. Investor disarankan untuk mempertimbangkan strategi buy on weakness pada rentang area Rp 4.150 hingga Rp 4.300. Untuk target harga, saham ini memiliki level resistance di Rp 4.750.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan performa yang cukup mencolok dengan kenaikan 7,25% ke level Rp 2.810 pada penutupan perdagangan Rabu. Namun, secara tren jangka panjang, saham ini masih berada dalam fase penurunan.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, mencatat bahwa indikator MACD pada saham TLKM saat ini menunjukkan momentum bearish. Tren penurunan tersebut berpotensi berlanjut menuju target proyeksi Fibonacci di level 2.200 apabila harga terus bergerak di bawah level 2.950.
Mengingat kondisi teknikal tersebut, Ivan merekomendasikan strategi speculative buy bagi pelaku pasar. Investor dapat mengambil posisi pada rentang harga Rp 2.200 hingga Rp 2.300 dengan target harga terdekat yang diproyeksikan berada di level 2.950. Analisis ini menjadi acuan bagi investor dalam menentukan langkah strategis di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif pasca penutupan perdagangan hari Rabu.

