JAKARTA – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) melakukan penyesuaian target pertumbuhan kinerja keuangan untuk tahun 2026 menjadi 5 persen. Langkah moderasi ini diambil perseroan guna merespons dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Direktur INOV, Lee Yong Hwa, dalam agenda public expose pada Rabu (10/6/2026), mengungkapkan bahwa perusahaan sebelumnya memproyeksikan kenaikan kinerja hingga 10 persen. Namun, eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat serta tren penguatan nilai tukar dolar AS memaksa perusahaan untuk bersikap lebih realistis.
Di tengah tantangan makroekonomi tersebut, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan daya saing. Direktur INOV, Suhendra Setiadi, memaparkan bahwa perseroan akan melakukan diversifikasi pendapatan melalui perluasan portofolio bisnis.
INOV berencana menambah dua lini bisnis baru, yakni produksi resin atau chips daur ulang serta perakitan peralatan industri mesin tekstil. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi bisnis perusahaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.
Selain diversifikasi, perusahaan juga fokus pada efisiensi operasional. Suhendra menjelaskan bahwa INOV sedang melakukan peremajaan terhadap mesin-mesin lama yang memiliki kapasitas rendah dan konsumsi energi tinggi.
Langkah efisiensi juga menyasar penggunaan energi dalam proses produksi. Saat ini, INOV menggunakan kombinasi sumber energi, mulai dari listrik, gas, cangkang sawit, cangkang kemiri, hingga serpihan kayu.
Strategi tersebut diharapkan mampu mempertahankan kinerja positif perusahaan sepanjang tahun 2026. Perseroan berkomitmen untuk terus berinovasi demi mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang menantang.
Kinerja positif INOV sebenarnya telah tercermin pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 177 miliar, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 36 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kontribusi penjualan kuartal ini didominasi oleh produk Re-PSF sebesar 53 persen, disusul oleh segmen Non-Woven sebesar 20 persen, serta Homeware and Others sebesar 27 persen. Direktur Utama INOV, JaeHyuk Choi, menyatakan apresiasinya atas capaian tersebut dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berperan aktif di industri ini.
Dalam agenda yang sama, INOV juga telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Hasil rapat tersebut menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan perseroan tahun buku 2025, serta menerima permohonan pengunduran diri Lee Sang Chae dari jabatan Direktur.
Susunan direksi dan komisaris INOV saat ini meliputi Jung Hyo Choi sebagai Komisaris Utama dan Widhyawan Prawiraatmadja sebagai Komisaris Independen. Jajaran direksi terdiri dari Jae Hyuk Choi sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Wonhyuk Choi, Victor Seng Hyeok Choi, Suhendra Setiadi, dan Lee Yong Hwa sebagai Direktur.

