HUNGARIA – Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pembelaan terhadap performa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang gagal membawa pulang poin pada seri Moto3 Hungaria di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026). Veda harus puas finis di posisi ke-16 setelah menjalani balapan yang penuh tantangan.
Kegagalan Veda meraih poin dipicu oleh penalti long lap yang harus ia jalani. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan pembalap asal Gunungkidul itu selama sesi kualifikasi sebelumnya.
Veda mengakui bahwa menjalani balapan di Sirkuit Balaton Park bukanlah perkara mudah. Terlebih lagi, karakter sirkuit yang tergolong baru baginya semakin memperumit situasi di lintasan.
“Balapan di sini benar-benar berat bagi saya,” ujar Veda sebagaimana dikutip dari rilis resmi Honda Team Asia.
Ia menjelaskan bahwa penalti long lap membuat dirinya kehilangan kontak dengan kelompok pembalap di barisan depan. Akibatnya, ia harus menghabiskan sebagian besar waktu balapan hanya untuk berupaya mengejar ketertinggalan posisi.
Padahal, Veda sempat menunjukkan performa impresif saat sesi practice dengan menempati posisi kedua. Situasi ini membuatnya merasa cukup kecewa karena ia meyakini memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di jajaran depan.
“Tentu saja ini mengecewakan, karena saya tahu saya memiliki kecepatan untuk bertarung di depan. Namun, saya harus menerima situasi ini karena penalti tersebut adalah konsekuensi dari kesalahan saya sendiri,” tambahnya.
Hiroshi Aoyama, mantan pembalap MotoGP yang kini menjadi manajer Honda Team Asia, turut memberikan sudut pandang terkait hasil tersebut. Aoyama menilai bahwa penalti long lap memberikan dampak yang sangat signifikan di sirkuit seperti Balaton Park.
Menurut Aoyama, begitu seorang pembalap kehilangan posisi di sirkuit tersebut, akan sangat sulit untuk melakukan pemulihan. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya peluang untuk melakukan aksi menyalip terhadap kompetitor lain.
“Hasil ini bukanlah yang kami harapkan. Veda memulai balapan dari posisi kesembilan, namun penalti tersebut membuat kondisinya sulit. Veda sebenarnya sudah berjuang keras untuk mengejar dan hampir meraih poin,” ungkap Aoyama.
Aoyama menekankan bahwa meski skenario balapan kali ini tidak ideal, tim harus segera melakukan evaluasi. Ia berharap insiden ini menjadi bahan pembelajaran agar Veda bisa tampil lebih kuat pada putaran berikutnya.
Secara teknis, Veda sempat memiliki peluang untuk meraih poin karena menyentuh garis finis di posisi ke-15. Namun, Race Direction memutuskan penyesuaian posisi berdasarkan kondisi pada putaran ke-19.
Dalam keputusan tersebut, pembalap Brian Uriarte tetap diklasifikasikan di posisi keempat meski mengalami kecelakaan di lap terakhir. Regulasi ini secara otomatis menggeser posisi Veda ke urutan ke-16, sehingga ia tidak mendapatkan poin.
Menanggapi hasil tersebut, Veda menyatakan akan menjadikannya sebagai pengalaman penting dalam proses kariernya sebagai rookie. Ia bertekad untuk menganalisis seluruh data balapan agar dapat tampil lebih baik.
“Ini adalah bagian dari proses pembelajaran. Kami akan mempelajari semuanya dan kembali lebih kuat pada balapan berikutnya,” tegas Veda.
Setelah seri Hungaria, Veda akan kembali beraksi di lintasan balap pada 21 Juni 2026 di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Fokus utama tim saat ini adalah mempersiapkan strategi yang lebih matang untuk menghadapi seri tersebut.

