IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

100 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Seluruh Indonesia Akhir Agustus

Gedung baru program Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Agustus 2026.
Pemerintah pusat menargetkan 50 hingga 100 unit gedung Sekolah Rakyat mulai beroperasi akhir Agustus 2026.

TANGERANG, Gonesia.com – Pemerintah pusat bersiap mengoperasikan sedikitnya 50 hingga 100 unit bangunan baru program Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia mulai akhir Agustus 2026 mendatang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa peresmian operasional sekolah-sekolah tersebut dijadwalkan berlangsung tepat setelah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Jadi, mulai aktif itu akhir Agustus 2026 setelah HUT RI, 50 sampai 100 unit sekolah baru akan jadi di seluruh Indonesia,” kata Teddy di Tangerang, Sabtu (8/8).

Pemerintah sengaja menerapkan konsep sekolah rintisan agar proses kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak tidak terkendala oleh durasi pembangunan fisik gedung permanen yang memakan waktu cukup lama.

Proses konstruksi bangunan sekolah yang bersifat permanen umumnya membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu tahun lamanya.

Laba Emiten Kertas Melonjak, Cek Rekomendasi Saham TKIM dan INKP Hari Ini

“Karena pembangunan butuh waktu mungkin setahun. Tetapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan. Tahun lalu awal sudah terlaksana, ini dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, inisiatif pendidikan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menekan angka putus sekolah yang menimpa anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program ini diketahui digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menempatkan Kementerian Sosial sebagai sektor utama pelaksana.

Khusus untuk wilayah Banten, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan dua sekolah baru serta enam sekolah tambahan dengan format rintisan.

Fasilitas rintisan tersebut dihadirkan sebagai bentuk percepatan layanan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan akses segera.

Bank Jakarta perkuat fondasi transformasi berkelanjutan

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan program Sekolah Rakyat mampu merangkul lebih dari 150 ribu siswa dari berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia pada tahun 2027.

“Target jangka panjang pemerintah adalah agar setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu gedung permanen sekolah rakyat dengan daya tampung lebih dari 2.000 siswa,” katanya.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah siswa yang telah terdaftar dalam program Sekolah Rakyat saat ini mencapai lebih dari 43.000 orang.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan jangkauan layanan pendidikan ini demi memastikan hak dasar anak-anak Indonesia terpenuhi.

Lonjakan target jumlah siswa tersebut akan disesuaikan dengan progres penyelesaian pembangunan gedung permanen di setiap daerah yang menjadi sasaran program.

IHSG Menguat 2,78% Sepekan, Simak Saham Pilihan yang Diborong Asing

Arahan Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sinergi antarlembaga untuk mencapai target 150.000 siswa tersebut pada tahun depan.

Dengan adanya percepatan melalui sistem rintisan, pemerintah optimistis bahwa keterbatasan infrastruktur tidak akan menghambat hak belajar bagi generasi muda yang membutuhkan.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput.

Komentar