PESISIR BARAT – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional RSUD KH Muhammad Thohir di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6). Peresmian ini menandai tuntasnya revitalisasi fasilitas kesehatan tersebut yang mencakup peningkatan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C.
Proyek pengembangan rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi satu-satunya proyek di wilayah Lampung. Pemerintah pusat mengalokasikan dana APBN 2025 senilai Rp152,9 miliar untuk merampungkan revitalisasi yang telah berjalan sejak Mei 2025 tersebut.
Peningkatan status RSUD ini menjadi krusial mengingat lokasinya yang berada di wilayah terpencil. Selama ini, masyarakat setempat harus menempuh perjalanan lebih dari tiga jam untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan di RSUD tipe B terdekat.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan pentingnya akses kesehatan yang cepat guna menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan medis. Ia menyoroti kasus-kasus kritis seperti pendarahan saat melahirkan yang sering kali tidak tertolong karena jarak tempuh yang jauh menuju rumah sakit.
“Saya prihatin mendengar ada yang meninggal karena pendarahan saat melahirkan akibat jarak tempuh yang terlalu jauh menuju rumah sakit. Hari ini, kondisi tersebut harus kita atasi,” ujar Prabowo.
Fasilitas baru ini dibangun di atas lahan seluas 48 ribu meter persegi dengan kapasitas tempat tidur yang meningkat signifikan. Dari semula hanya 59 unit, kini rumah sakit mampu menampung 101 pasien rawat inap.
Kelengkapan sarana di rumah sakit ini mencakup Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang operasi, laboratorium, radiologi, hingga unit hemodialisa. Selain itu, tersedia fasilitas ICU/CVCU untuk mendukung layanan rujukan nasional.
RSUD KH Muhammad Thohir kini diproyeksikan menjadi pusat layanan tingkat madya. Fokus utamanya adalah penanganan penyakit prioritas nasional, meliputi kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).
Dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit ini didukung oleh 13 dokter umum, 76 perawat, dan 52 bidan. Sejumlah dokter spesialis juga telah disiagakan, mulai dari spesialis anak, obgyn, bedah, radiologi, hingga anestesi.
Presiden memberikan instruksi tegas terkait pengelolaan rumah sakit ke depan. Ia mengingatkan jajaran pengelola agar menjaga kebersihan, menerapkan manajemen profesional, serta mengedepankan prinsip transparansi dalam pelayanan publik.
Prabowo juga menegaskan tidak akan menoleransi adanya penyimpangan dalam pengelolaan fasilitas kesehatan. Ia meminta agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan tanpa praktik korupsi.
“Saya berpesan agar tidak boleh ada penyelewengan maupun korupsi dalam pelayanan kepada rakyat,” tegasnya.
Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan obat-obatan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Kehadiran RSUD tipe C dengan akreditasi paripurna ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam memperkuat layanan rujukan kesehatan bagi warga di Kabupaten Pesisir Barat.

