Berita

Raditya Dika Kritisi Gen Z: Investasi Dipahami, Pengeluaran Tak Terkendali

Jakarta – Generasi Z dan milenial, meskipun akrab dengan teknologi, menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan pribadi. Komika dan kreator konten, Raditya Dika, menyoroti fenomena ini, menyatakan bahwa generasi muda memiliki banyak ide dan energi, tetapi seringkali kurang disiplin dalam mengatur keuangan sehari-hari.

Raditya Dika melihat bahwa masalah finansial anak muda tidak hanya soal gaya hidup boros, melainkan pengeluaran seringkali terjadi melalui “pintu-pintu kecil” yang sulit dilacak. Kebiasaan jajan yang sering dan saldo yang tersebar di berbagai dompet digital membuat arus kas terasa menghilang tanpa disadari.

"Fondasi finansial itu tetap penting agar generasi muda tetap bisa mengejar mimpi sambil belajar mengelola keuangan," tegas Raditya Dika.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Gen Z mencapai 73,26 persen, sementara inklusi keuangan nasional berada di angka 80,51 persen. Angka ini mengindikasikan generasi muda sebenarnya memiliki pemahaman dan akses ke layanan keuangan, namun praktik pengelolaan uang mereka belum optimal.

Realitas ini terungkap dalam obrolan podcast Raditya Dika bersama Xaviera Putri berjudul “Xaviera Curhat: Kaget Hadapi Dunia Nyata Setelah Kampus!”. Keduanya membahas transisi dari dunia kampus ke dunia kerja, masa di mana banyak anak muda menyadari bahwa idealisme dan passion tetap membutuhkan fondasi finansial yang kuat.

BPS Dorong Pelaku Kesehatan Berpartisipasi Aktif di SE 2026

"Banyak generasi muda sekarang suka self-reward dan jajan terus, jadi tanpa sadar uangnya cepat habis. Seringnya bukan karena boros, tapi karena belum punya alat yang bisa bantu nyatet cashflow secara rapi," kata Xaviera Putri.

Xaviera Putri juga berbagi pengalamannya dalam mencari cara menabung tanpa harus mengubah gaya hidup digitalnya secara drastis. Ia menekankan kemudahan adalah kunci agar kebiasaan finansial dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Raditya Dika menambahkan fondasi finansial tidak harus rumit atau kaku. Generasi muda membutuhkan sistem yang fleksibel, sederhana, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Masalahnya, menurut Raditya Dika, uang seringkali keluar dari berbagai “pintu kecil” yang sulit dipantau. Kebiasaan jajan yang sering, saldo yang tersebar di berbagai dompet digital, membuat cashflow terasa menghilang tanpa disadari.

Oleh karena itu, Xaviera Putri menekankan pentingnya mencari cara menabung yang tidak mengubah gaya hidup digital secara drastis. Kemudahan menjadi kunci agar kebiasaan finansial dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Sektor Pariwisata Buka 6.800 Lowongan Kerja Baru

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru