JAKARTA, Gonesia.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sebesar 56,5 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada semester I 2026.
Pencapaian laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut menyentuh angka Rp 1,09 triliun, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 702,12 miliar.
Kinerja positif emiten perkebunan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih yang mencapai Rp 15,25 triliun pada kuartal II 2026.
Angka pendapatan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 5,62 persen dibandingkan capaian pada kuartal II 2025 yang berada di level Rp 14,44 triliun.
Segmen minyak mentah dan turunannya masih mendominasi kontribusi pendapatan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,61 triliun.
Sementara itu, segmen inti sawit dan turunannya memberikan kontribusi senilai Rp 1,63 triliun bagi kas perusahaan.
Adapun segmen bisnis lainnya tercatat memberikan tambahan pemasukan sebesar Rp 7,40 miliar.
Efisiensi operasional perusahaan tampak terjaga di tengah kenaikan beban pokok pendapatan yang hanya bergerak tipis.
Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp 12,19 triliun pada akhir Juni 2026, dari Rp 12,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut berdampak positif pada perolehan laba bruto perusahaan yang meningkat 12,53 persen YoY menjadi Rp 2,52 triliun.
Peningkatan profitabilitas ini secara langsung mendongkrak laba per saham dasar perseroan menjadi Rp 570,94 pada kuartal II 2026.
Angka laba per saham tersebut mengalami kenaikan dari Rp 364,80 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca keuangan, total aset PT Astra Agro Lestari Tbk per 30 Juni 2026 tercatat mencapai Rp 28,85 triliun.
Jumlah aset ini meningkat bila dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang berada di angka Rp 27,04 triliun.
Di sisi lain, perusahaan mencatat kenaikan total liabilitas menjadi sebesar Rp 4,24 triliun per akhir Juni 2026.
Posisi liabilitas ini naik jika dibandingkan dengan catatan pada akhir Desember 2025 yang berada di angka Rp 2,88 triliun.
Sementara itu, total ekuitas perseroan mencapai Rp 24,60 triliun per akhir semester I 2026.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan tipis dari posisi ekuitas pada akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 24,15 triliun.
Untuk posisi kas dan setara kas, perseroan memiliki dana sebesar Rp 5,14 triliun per tanggal 30 Juni 2026.
Nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi kas pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,32 triliun.
Data terbaru ini menegaskan posisi Astra Agro Lestari dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah fluktuasi pasar komoditas global.
Perusahaan terus mengoptimalkan performa segmen utama untuk mempertahankan margin keuntungan yang lebih sehat bagi para pemegang saham.


