ROSARIO, Gonesia.com – Lionel Messi memilih untuk menarik diri dari hiruk-pikuk publik setelah kegagalan Argentina mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026.
Megabintang berusia 39 tahun tersebut mendarat di Rosario pada 21 Juli lalu menggunakan penerbangan charter langsung dari Fort Lauderdale, Florida.
Kepulangan sang kapten yang memilih untuk tidak mengikuti agenda penyambutan resmi di Buenos Aires ini menjadi sorotan utama.
Ia langsung menuju kediamannya di kawasan Funès untuk menghindari sorotan media dan memprioritaskan waktu bersama keluarga.
Dilansir dari The Chosun, ratusan penggemar telah memadati area bandara sejak dini hari demi menyambut kepulangan sang legenda.
Para pendukung setia membentangkan spanduk bertuliskan “Messi adalah legenda. Terima kasih telah memberikan kebahagiaan” sebagai bentuk apresiasi.
Dukungan lain yang tertulis “Argentina akan selalu mencintaimu” mencerminkan besarnya loyalitas publik meski negaranya takluk dari Spanyol di babak final.
Dalam momen yang sangat privat ini, ia menghabiskan waktu bersama sang istri, Antonella Roccuzzo, dan ketiga putra mereka.
Selain itu, ia memanfaatkan kepulangan tersebut untuk menemui ayahnya, Jorge Messi, yang sedang menjalani perawatan kesehatan di Rosario.
Langkah ini dipandang sebagai upaya vital bagi pemulihan kondisi fisik dan mental setelah menjalani turnamen yang sangat menguras tenaga.
Kekalahan menyakitkan dengan skor 0-1 melalui babak perpanjangan waktu pada partai final menjadi pukulan besar bagi skuad Argentina.
Secara individu, Messi juga harus merelakan gelar Sepatu Emas jatuh ke tangan Kylian Mbappé yang mencetak 10 gol sepanjang turnamen.
Mbappé sekaligus mematahkan rekor gol Messi di putaran final Piala Dunia dengan total perolehan 22 gol, sementara sang legenda mengoleksi 21 gol.
Berbeda dengan rekan-rekan setimnya yang kembali ke Buenos Aires bersama pelatih Lionel Scaloni, ia memilih jalur kepulangan yang berbeda.
Keputusan tersebut diambil agar ia dapat menikmati waktu istirahat yang lebih tenang sebelum kembali menjalani aktivitas profesional.
Ketenangan di kota kelahirannya dinilai menjadi obat mujarab bagi pemain yang telah memberikan segalanya di lapangan hijau.
Setelah beberapa hari memulihkan diri, ia dijadwalkan kembali ke Amerika Serikat pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.
Ia akan segera bergabung kembali dengan Inter Miami untuk melanjutkan sisa musim Major League Soccer (MLS).
Selain MLS, ia juga harus bersiap menghadapi kompetisi Leagues Cup yang menuntut kebugaran optimal.
Fokus utamanya saat ini adalah memulihkan performa agar bisa kembali tampil maksimal bersama klubnya di Amerika Serikat.
Kehidupan di luar lapangan kini menjadi prioritas utama sang mega bintang sebelum ia memutuskan masa depan kariernya lebih lanjut.


