IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Tingkatkan Literasi Digital Siswa melalui Program DIGICARE 2026 UMJ

Suasana kegiatan literasi digital program DIGICARE 2026 oleh dosen dan mahasiswa UMJ di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi.
Universitas Muhammadiyah Jakarta menyelenggarakan program literasi digital DIGICARE bagi siswa SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi.

Pamulang, Gonesia.com – Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melakukan penguatan literasi digital bagi pelajar melalui program bertajuk DIGICARE yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi, Pamulang, pada Sabtu (25/7).

Inisiatif ini dirancang oleh tim dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMJ untuk menanamkan pemahaman komprehensif mengenai etika, empati, dan perlindungan privasi di ruang siber bagi generasi muda.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa mata kuliah Event Management sebagai pelaksana teknis mulai dari perencanaan hingga evaluasi lapangan.

Penerapan metode Outcome-Based Education (OBE) ini bertujuan memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan berskala profesional.

Rektor UMJ, Prof. Ma’mun Murod, M.Si., menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi utama bagi generasi muda sebelum menjadi pemimpin bangsa.

Usulan Ubah PLTU Mangkrak di Riau Jadi Pembangkit Listrik Bersih

Ia menyatakan, “Untuk mewujudkan harapan tersebut, perlu dilalui dari hal-hal kecil sampai besar, salah satunya melalui penguatan literasi digital, empati, dan kesadaran menjaga privasi sebagaimana diangkat dalam kegiatan DIGICARE.”

Lebih lanjut, ia mengingatkan siswa agar mampu menyaring informasi secara kritis di tengah pesatnya arus media sosial.

Ia juga menyoroti urgensi rasa empati sebagai benteng untuk mencegah perundungan siber di kalangan pelajar.

Selain literasi digital, ia memberikan motivasi kepada para siswa untuk senantiasa menjaga prestasi akademik, beribadah, serta aktif berorganisasi saat menempuh pendidikan tinggi nanti.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMJ, Dr. Oktaviana Purnamasari, M.Si., turut memaparkan peluang karier bagi para siswa di bidang komunikasi.

BEI Ancam Delisting 59 Emiten, Begini Nasib Saham Investor

Ia menjelaskan bahwa Program Studi Ilmu Komunikasi memiliki tiga konsentrasi utama, yaitu Advertising, Public Relations, dan Broadcasting.

“Prodi Ilmu Komunikasi memiliki tiga konsentrasi, yaitu Advertising, Public Relations, dan Broadcasting. Bagi teman-teman yang ingin berkarir menjadi jurnalis atau news anchor, PR, atau di Advertising Agency bisa mendaftar di Program Studi Ilkom FISIP UMJ. Hari ini kita juga kedatangan salah satu komunitas di Program Studi Ilmu Komunikasi, yaitu Mradio,” kata Oktaviana.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam acara ini merupakan bukti nyata kompetensi yang mereka peroleh di bangku kuliah dapat langsung diaplikasikan.

Dukungan serupa datang dari Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tangerang Selatan, Hari Eko Purwanto, M.I.Kom.

Ia mengusulkan pembentukan UMJ Corner di lingkungan SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi guna mempererat kolaborasi pendidikan.

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Cek Daftar Harga Terbaru 25 Juli 2026

“PDM Tangerang Selatan akan sangat mendukung untuk membuat UMJ Corner di SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang. Semoga acara ini menjadi bagian daripada pendidikan literasi siswa. Kita boleh main HP, kita boleh berinternet, tapi kita juga harus cerdas dan beretika,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang, Dr. Hartono, MA., menyambut positif program yang dianggap memberikan manfaat nyata bagi tenaga pengajar dan peserta didik.

Ia mengungkapkan, “Acara DIGICARE ini bermanfaat dan berdampak untuk guru dan anak-anak. Karena memang literasi digital ini penting di zaman maraknya media sosial. Memang harus ada rambu-rambu yang diinfokan sehingga siswa bisa menggunakan media sosial secara bijak.”

Pihak sekolah berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan melalui program pelatihan maupun pemberian beasiswa di masa depan.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir siswa agar tidak sekadar menjadi konsumen media sosial, melainkan menjadi kreator konten yang positif dan edukatif.

Komentar