BIRMINGHAM, Gonesia.com – Alejandro Garnacho resmi merapat ke Aston Villa dengan status pinjaman selama satu musim penuh untuk mengarungi kompetisi Premier League 2026/2027.
Kepindahan ini menyertakan klausul kewajiban pembelian permanen yang akan otomatis aktif apabila sang pemain mencapai jumlah penampilan tertentu bersama klub yang bermarkas di Villa Park tersebut.
Pemain sayap berusia 22 tahun ini didatangkan untuk menyegarkan lini serang Aston Villa setelah melalui periode sulit bersama Chelsea.
Sebelumnya, ia ditebus oleh manajemen The Blues dari Manchester United dengan nilai transfer mencapai GBP 40 juta atau setara dengan Rp 957 miliar.
Catatan statistik Garnacho selama berseragam Chelsea dinilai kurang memuaskan dengan hanya membukukan delapan gol dari 43 penampilan di berbagai kompetisi.
Performa yang inkonsisten ini juga berdampak pada karier internasionalnya hingga ia gagal menembus skuad Timnas Argentina di gelaran Piala Dunia 2026.
Dilansir dari ESPN, perekrutan Garnacho menjadi langkah strategis Aston Villa dalam memperkuat kedalaman skuad di bursa transfer musim panas ini.
Manajemen klub sebelumnya telah melakukan manuver besar dengan mendatangkan Johan Manzambi dari Freiburg yang memecahkan rekor transfer klub.
Selain itu, mereka juga telah mengamankan tanda tangan Joao Gomes dari Wolves senilai GBP 34 juta serta Modou Keba Cisse dari LASK.
Langkah agresif ini dilakukan klub menyusul kabar buruk terkait cedera ligamen anterior (ACL) yang dialami gelandang andalan Amadou Onana saat membela Belgia di Piala Dunia 2026.
Garnacho sendiri menyambut kepindahan ini dengan optimisme tinggi untuk mengembalikan performa terbaiknya seperti saat ia pertama kali mencuat di Manchester United pada 2022.
“Saya sangat senang berada di sini. Saya tidak sabar untuk mulai beraksi di lapangan. Ini adalah klub penting yang berkembang sangat pesat, jadi saya tidak sabar untuk segera memulainya,” ujar Garnacho melalui situs resmi klub.
Ia menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Aston Villa didasari oleh keinginan kuat untuk memulihkan kepercayaan diri.
“Saya mencari klub yang bisa mengembalikan kepercayaan diri saya dan membantu saya menjadi pemain seperti di awal karier saya di Manchester United,” katanya.
Faktor sosok pelatih Unai Emery juga disebut menjadi kunci utama yang meyakinkan pemain muda tersebut untuk memilih Villa.
“Saya sudah berbicara dengan pelatih sebelum datang ke sini, dan dia memberi saya kepercayaan. Itu alasan saya berada di sini,” ujarnya.
Selain visi kepelatihan, kesempatan untuk mencicipi atmosfer kompetisi elit Liga Champions musim ini menjadi daya tarik tambahan bagi Garnacho.
“Saya menyaksikan Liga Europa musim lalu dan saat ini kami akan berlaga di Liga Champions, menjadi bagian dari hal ini merupakan sesuatu yang penting,” ucapnya.
Bagi Garnacho, tampil di hadapan pendukung Aston Villa akan menjadi pengalaman baru setelah sebelumnya sering menyambangi stadion tersebut sebagai lawan.
“Ini merupakan salah satu stadion favorit saya di liga dan sekarang akan menjadi rumah saya. Saya sangat senang dan tidak sabar bertemu para penggemar,” kata Garnacho.


