SLEMAN, Gonesia.com – Sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta kehilangan salah satu sosok ikoniknya setelah mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, Fajar Listyantara, meninggal dunia pada Sabtu (25/7/2026) dini hari WIB.
Pria yang dikenal sebagai pelopor teknik lemparan ke dalam jarak jauh ini mengembuskan napas terakhir di usia 45 tahun.
Kabar duka tersebut mengonfirmasi bahwa almarhum sempat berjuang melawan penyakit gagal ginjal yang dideritanya selama beberapa bulan terakhir.
Selama masa perawatan, ia bahkan harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin yang memaksanya menepi dari seluruh aktivitas sepak bola.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang terletak di kawasan Glondong, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Sabtu siang ini di pemakaman keluarga setempat.
Fajar Listyantara merupakan adik kandung dari pelatih ternama Seto Nurdiantoro yang memiliki rekam jejak panjang di kancah sepak bola nasional.
Karier profesional pemain yang akrab disapa Markus Fajar Listyantara ini mencapai puncak popularitasnya pada era 2000-an.
Ia mencatatkan diri sebagai salah satu pemain langka yang berani menyeberang dan membela dua klub rival bebuyutan di Yogyakarta, yakni PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta.
Tercatat, ia menghabiskan lima musim berseragam PSS Sleman dan dua musim memperkuat PSIM Yogyakarta.
Selain level klub, almarhum juga pernah mendapatkan kepercayaan untuk membela Timnas Indonesia U-23 di kancah internasional.
Manajemen PSS Sleman secara resmi menyatakan duka cita mendalam atas kepergian salah satu putra terbaik daerah tersebut.
Direksi PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, mengenang sosok Fajar sebagai bagian integral dari sejarah panjang klub berjuluk Super Elja itu.
Ia mengungkapkan bahwa almarhum sempat menitipkan pesan moral yang mendalam bagi seluruh basis suporter sepak bola di DIY sebelum tutup usia.
“Kami juga mengenang pesan terakhir almarhum yang mengajak seluruh suporter untuk terus menjaga sportivitas, kerukunan, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang sangat berharga bagi sepak bola Yogyakarta dan akan terus kami jaga bersama,” tutur Yoni Arseto, dilansir dari laman resmi PSS Sleman, Sabtu (25/7).
Pihak manajemen PT Putra Sleman Sembada juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi serta keteladanan yang ditunjukkan almarhum selama masih aktif sebagai pemain.
Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan amal ibadahnya.
Kepergian Fajar Listyantara menyisakan duka bagi komunitas sepak bola Yogyakarta yang kini kehilangan salah satu pemain yang pernah mengharumkan nama daerah di kompetisi nasional.
Semangat sportivitas yang ia gaungkan dalam pesan terakhirnya kini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen suporter untuk terus menjaga kedamaian di dunia sepak bola.


