Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggandeng Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris untuk mengembangkan *booster* pertanian ramah lingkungan berbasis energi panas bumi. Inovasi ini diharapkan tak hanya fokus pada listrik, tetapi juga berkontribusi dalam sektor pertanian.
Kerja sama ini terwujud melalui penandatanganan *joint study development agreement* (JSDA) Project Beyond-Katrili.
Proyek ini bertujuan menghadirkan Katrili sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah sekitar operasional panas bumi seperti Sulawesi Utara.
Melalui Project Katrili, ketiga pihak mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian.
Tujuannya adalah menghasilkan *booster* pertanian berbasis silika geotermal. *Booster* ini diklaim mampu meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, dan mendorong hasil panen berkelanjutan.
Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho berharap Beyond-Katrili menjadi bagian penting dari strategi perusahaan.
“Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia.
Kitosan dalam Katrili tak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berfungsi melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.
Cara penggunaannya cukup sederhana, hanya dengan mencampurkan Katrili dengan air dan menyiramkannya langsung ke tanah. Takarannya disesuaikan dengan karakteristik tanah dan jenis tanaman.
Saat ini, Katrili telah diuji coba pada berbagai komoditas, seperti tomat varietas Gustavi, kacang batik, bawang merah, dan padi.
Dekan Fakultas Teknik UGM Selo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat.
Menurutnya, pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan.
CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen.
Pri Utami, anggota tim peneliti FT UGM, memastikan inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin.
Inovasi ini menggabungkan geologi, farmasi, dan pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

