Ekonomi

PGE, UGM, Agrotekno Hasilkan Pupuk Ramah Lingkungan: Solusi Pertanian Berkelanjutan

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggandeng Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris untuk mengembangkan *booster* pertanian ramah lingkungan berbasis energi panas bumi. Inovasi ini diharapkan tak hanya fokus pada listrik, tetapi juga berkontribusi dalam sektor pertanian.

Kerja sama ini terwujud melalui penandatanganan *joint study development agreement* (JSDA) Project Beyond-Katrili.

Proyek ini bertujuan menghadirkan Katrili sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah sekitar operasional panas bumi seperti Sulawesi Utara.

Melalui Project Katrili, ketiga pihak mengintegrasikan riset energi panas bumi dengan teknologi pertanian.

Tujuannya adalah menghasilkan *booster* pertanian berbasis silika geotermal. *Booster* ini diklaim mampu meningkatkan kualitas tanah, memperkuat daya tahan tanaman, dan mendorong hasil panen berkelanjutan.

633 Pabrik Baru Beroperasi di Kuartal I: Pertumbuhan Industri Meningkat!

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho berharap Beyond-Katrili menjadi bagian penting dari strategi perusahaan.

“Upaya ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi dan riset berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Katrili mengandung silika dan kitosan yang dikembangkan dari limbah kulit udang dan kepiting yang melimpah di Indonesia.

Kitosan dalam Katrili tak hanya mengurangi limbah, tetapi juga berfungsi melindungi tanaman dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.

Cara penggunaannya cukup sederhana, hanya dengan mencampurkan Katrili dengan air dan menyiramkannya langsung ke tanah. Takarannya disesuaikan dengan karakteristik tanah dan jenis tanaman.

Nelayan Kesulitan Akses BBM Subsidi: Solusi dari KKP?

Saat ini, Katrili telah diuji coba pada berbagai komoditas, seperti tomat varietas Gustavi, kacang batik, bawang merah, dan padi.

Dekan Fakultas Teknik UGM Selo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjembatani riset dan implementasi teknologi di masyarakat.

Menurutnya, pengembangan Katrili menjadi contoh konkret integrasi energi dan pangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru terbarukan.

CEO PT Agrotekno Estetika Laboratoris Alexander H. Soeriyadi melihat potensi besar kandungan silika dalam meningkatkan daya tahan tanaman dan kualitas hasil panen.

Pri Utami, anggota tim peneliti FT UGM, memastikan inovasi ini berbasis pendekatan ilmiah lintas disiplin.

Sultan HB X Ungkap Fakta Kemiskinan di Yogyakarta, Lebih Tinggi Nasional

Inovasi ini menggabungkan geologi, farmasi, dan pertanian untuk menghasilkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Komentar

Berita Populer

01

Pemprov DKI Jakarta Tangkap 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Lima Wilayah

02

KPK Panggil Bos Rokok HS Guna Dalami Dugaan Korupsi Cukai Bea Cukai

03

BGN Umumkan Revisi Juknis MBG 2026, Nomenklatur Personel SPPG Berubah

04

Menaker Dorong PVN 2026 Bandung Siapkan Lulusan Kerja

05

Zigo Rolanda Dorong Infrastruktur Sumbar, Masuk Top 10 Golkar

06

Pemkab Lima Puluh Kota Tengahi Konflik Masyarakat

07

Boyamin Saiman Kirim Banner Sindir KPK Izinkan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah

08

Wamen KKP Ajak Pelaku Usaha Gunakan Stelina Tingkatkan Daya Saing Ekspor

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com