Jakarta – Harga minyak mentah dunia terus bergejolak di tengah tensi geopolitik yang memanas. Minyak mentah Brent hari ini diperdagangkan di kisaran US$ 106 per barel, sedikit turun dari level tertingginya di US$ 109 per barel yang tercatat pada 7 April 2026.
Kenaikan harga minyak dunia ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang dimulai sejak 28 Februari 2026, yang mendorong harga minyak dari level US$ 72 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 96 per barel, turun dari level puncak US$ 112 per barel pada tanggal yang sama. Pada 28 Februari 2026, harga WTI masih berada di angka US$ 67 per barel.
Lonjakan harga minyak mentah ini telah melampaui asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan dalam APBN 2026, yaitu US$ 70 per barel.
Kementerian ESDM mencatat, ICP pada Maret 2026 mencapai US$ 102,26 per barel, menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir.
“Rata-rata ICP pada Maret 2026 naik US$ 33,47 per barel, dari US$ 68,79 menjadi US$ 102,26 per barel,” jelas Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, dalam keterangan tertulisnya.
Meskipun harga minyak mentah global meroket, pemerintah belum menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Penyesuaian harga hanya berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran menjadi faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga minyak. Blokade jalur perdagangan minyak dan gas bumi di Selat Hormuz oleh Iran memperparah situasi.
Upaya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang difasilitasi oleh Pakistan belum membuahkan hasil. Amerika Serikat telah memberlakukan gencatan senjata sejak 8 April dan diperpanjang pada 22 April 2026.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik perpanjangan gencatan senjata ini. Menurutnya, langkah ini penting untuk de-eskalasi dan menciptakan ruang bagi diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Guterres juga mendukung upaya Pakistan dalam memfasilitasi pembicaraan lebih lanjut demi penyelesaian konflik yang komprehensif dan berkelanjutan.

