Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan besaran jatah hidup (jadup) bagi korban bencana masih dalam tahap konsolidasi dan belum ditetapkan final. Pemerintah menunggu arahan Presiden sebelum memutuskan kemungkinan perubahan nominal bantuan.
Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf usai menghadiri acara pra launching Sekolah Rakyat dan doa bersama untuk Sumatera di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Rabu (24/12/2025).
"Besaran jadup masih kami konsolidasikan. Hari ini saya sudah melapor kepada Sekretaris Kabinet dan menyampaikan perencanaan yang sudah kami buat," ujar Saifullah Yusuf.
Pembahasan jadup melibatkan lintas kementerian, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BNPB, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemerintah menghitung kebutuhan ideal jadup per orang per hari agar sesuai kondisi lapangan.
Saifullah Yusuf menegaskan keputusan akhir terkait jadup baru akan ditetapkan setelah mendapat arahan langsung dari Presiden RI. "Kalau ada perubahan tentu akan ada revisi Permensos. Prosesnya memang harus seperti itu," jelasnya.
Pemerintah ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan terintegrasi dengan dukungan pascabencana lainnya.


