YOGYAKARTA – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisial DH ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat. DH, seorang mahasiswa Semester 1 Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kampus Jakarta, telah dinonaktifkan oleh pihak universitas. Polisi menyebut DH sebagai otak intelektual di balik kejahatan ini dan menangkapnya bersama 14 pelaku lainnya.
Juru Bicara UGM I Made Andi Arsana menjelaskan bahwa DH secara resmi dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik pada semester gasal 2025/2026. Penonaktifan ini ditetapkan melalui surat dari Dekan FEB UGM, Prof Didi Achjari.
UGM menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Muhammad Ilham Pradipta dan mengecam keras segala bentuk tindak kekerasan. Universitas juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah.
Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa DH, yang dikenal sebagai motivator dan pengusaha bimbingan belajar daring, merupakan dalang penculikan dan pembunuhan tersebut. DH ditangkap bersama dua tersangka lain di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8) malam. Sehari setelahnya, polisi juga menangkap pelaku lain di Jakarta Utara, sehingga total 15 orang kini ditahan dalam kasus ini, termasuk aktor intelektual dan eksekutor.
Kasus penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta mengguncang publik dan dunia pendidikan. Korban diculik dan kemudian ditemukan tewas secara tragis. Melalui penyelidikan intensif, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap jaringan yang melibatkan para pelaku, dengan DH diyakini memerintahkan dan mengatur pelaksanaan penculikan.
Penangkapan DH di Solo dan tersangka lainnya di Jakarta menandai babak baru dalam proses hukum kasus yang menyita perhatian publik ini. Kejadian ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya kewaspadaan dan integritas di masyarakat.

