Jakarta – Upaya perbaikan kualitas udara serta pengelolaan lingkungan di Ibu Kota kini melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui wadah dialog terbuka. Katadata Green, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dan jaringan Breathe Cities, menggelar “Forum Udara Warga” di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis bagi komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan perwakilan pemerintah untuk membedah tantangan lingkungan di Jakarta. Fokus utama diskusi mencakup tiga isu krusial, yakni pemulihan kualitas udara, efisiensi pengelolaan sampah, dan pengoptimalan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai paru-paru kota.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan publik tidak hanya lahir dari ruang tertutup, tetapi berangkat dari realitas yang dirasakan masyarakat di akar rumput,” ujar salah satu perwakilan penyelenggara saat menjelaskan tujuan utama forum tersebut. Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga secara setara dengan pemerintah merupakan langkah krusial dalam menciptakan sinergi kebijakan lingkungan yang tepat sasaran.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan beragam inisiatif lokal yang telah mereka terapkan. Beberapa komunitas memaparkan keberhasilan mereka dalam mengelola sampah secara kolektif melalui sistem bank sampah mandiri. Selain itu, terdapat pula dorongan kuat untuk melakukan transisi energi di tingkat rumah tangga, termasuk penggunaan panel surya skala kecil dan efisiensi penggunaan listrik.
Tidak hanya sebatas diskusi, forum ini juga menjadi ajang advokasi bagi warga untuk menuntut respons konkret dari pemerintah daerah. Masyarakat menekankan pentingnya transparansi data kualitas udara serta komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan RTH dari alih fungsi lahan. Mereka mendesak pemerintah agar lebih agresif dalam menerapkan regulasi yang membatasi polusi dari sektor transportasi dan industri.
Sebagai bagian dari dokumentasi aspirasi, penyelenggara menyediakan papan khusus bagi warga untuk menuliskan pesan dan harapan terkait masa depan Jakarta. Papan aspirasi ini akan dikumpulkan dan disusun sebagai dokumen rekomendasi kebijakan yang nantinya akan diserahkan kepada pemangku kepentingan terkait. Data dari aspirasi warga ini diharapkan mampu menjadi landasan pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun program kerja di masa mendatang.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diwakili oleh aparat dari Dinas Lingkungan Hidup, menyatakan kesiapan mereka untuk menampung seluruh masukan tersebut. Pihak dinas mengakui bahwa tantangan lingkungan di Jakarta memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat, di mana peran warga tidak lagi sekadar sebagai objek, melainkan mitra strategis dalam pengawasan dan pelaksanaan program lingkungan hidup.
Forum ini direncanakan akan menjadi model berkelanjutan untuk melibatkan warga dalam proses demokrasi lingkungan. Dengan adanya dialog yang setara, diharapkan kesenjangan informasi antara pemerintah dan masyarakat dapat diminimalisir, sehingga langkah-langkah mitigasi perubahan iklim dan perbaikan kualitas hidup di Jakarta dapat berjalan dengan lebih efektif dan inklusif.

