Ekonomi

Chandra Asri Tegaskan Kepemilikan Saham Prodia Tak Ubah Fokus Bisnis

Jakarta – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) secara resmi mengonfirmasi kepemilikan saham sebesar 1,48% pada PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Langkah korporasi ini ditegaskan sebagai instrumen investasi jangka pendek untuk mengoptimalkan likuiditas keuangan perusahaan, bukan sebagai upaya untuk mencampuri operasional bisnis penyedia layanan laboratorium kesehatan tersebut.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, menyatakan bahwa posisi mereka dalam struktur permodalan Prodia bersifat pasif. Pembelian 13,89 juta lembar saham tersebut murni merupakan strategi pengelolaan portofolio keuangan perusahaan yang bersifat non-strategis.

“Investasi saham PRDA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio keuangan yang bersifat non-strategis dan tidak terkait dengan rencana ekspansi, akuisisi, kemitraan strategis, maupun perubahan fokus bisnis Chandra Asri Group,” ujar Suryandi melalui keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (20/6).

Suryandi menambahkan, kepemilikan saham ini tidak membawa implikasi perubahan arah bisnis bagi Chandra Asri Group yang selama ini dikenal sebagai raksasa di sektor petrokimia. Pihaknya juga menegaskan bahwa perusahaan tidak memiliki keterlibatan dalam pengambilan kebijakan atau operasional harian di tubuh Prodia.

Langkah investasi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dilakukan di tengah dinamika internal Prodia, yakni rencana anak usaha mereka, PT Prodia Diagnostic Line, untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, manajemen Chandra Asri memastikan bahwa keputusan investasi tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan aksi korporasi yang akan dilakukan oleh anak usaha PRDA tersebut.

Rupiah Melemah, BI Berpotensi Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan

Berdasarkan data kepemilikan saham yang tercatat di BEI per Mei 2026, Chandra Asri kini tercatat memiliki 13,89 juta lembar saham PRDA. Kepemilikan ini menempatkan perusahaan di bawah kendali pemegang saham pengendali utama, yakni PT Prodia Utama yang masih memegang kendali atas 534,37 juta saham atau setara dengan 57% dari total modal disetor.

Di posisi pemegang saham signifikan lainnya, terdapat Bio Majesty Pte Ltd dengan kepemilikan 112,5 juta saham atau sekitar 12%. Selain itu, PT Prodia Widyahusada Tbk sendiri tercatat menyimpan 47,72 juta saham treasuri atau sekitar 5,09% dari total saham beredar.

Komposisi pemegang saham PRDA juga diisi oleh sejumlah investor institusi global. Data BEI menunjukkan EFG Bank AG Singapore Branch A/C Clients menggenggam 30,12 juta saham atau 3,21%, serta Caceis Bank Luxembourg Branch/UCITS Clients dengan kepemilikan 10,37 juta saham atau 1,11%.

Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul di pasar modal, Suryandi menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga transparansi informasi. Menurutnya, setiap langkah strategis maupun investasi yang dilakukan perusahaan akan selalu disampaikan secara terbuka kepada otoritas bursa dan masyarakat luas sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kami akan terus memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik akurat, relevan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Suryandi.

Polisi Tahan Eks Pejabat OJK Fitri Hadi Terkait Kasus Dana Syariah

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

04

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

05

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru