Berita

Cuaca Hari Ini Sabtu 11 April 2026: Awan Tebal Selimuti Jakarta Pagi, Siang Hujan

Karena itu, dia menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan tahun 2026.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Karhutla yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Faisal menuturkan, saat ini kondisi El Nino-Southern Oscillation masih berada pada fase netral, namun pada semester kedua 2026 diprediksi berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50–80 persen.

"Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering," kata dia seperti dalam keterangannya.

Sejalan dengan kondisi tersebut, hingga awal April 2026 jumlah titik panas di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Marinus Gea Dorong Transparansi Data WNA Terintegrasi Nasional

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mulai meningkat di wilayah Riau pada Juni, kemudian meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan, serta berlanjut ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru