IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Bos-bos ASII, BRMS, SRTG Borong Saham, Ada Sinyal Apa?

Jakarta – Dalam sebulan terakhir, sejumlah petinggi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menambah kepemilikan saham di perusahaan masing-masing. Aksi akumulasi ini datang dari jajaran direksi dan komisaris di tiga emiten besar, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Di ASII, Direktur Utama Rudy tercatat paling agresif mengoleksi saham perseroan. Pada 24 September 2026, ia membeli 4,4 juta saham dalam tiga transaksi berbeda. Pembelian pertama dilakukan sebanyak 2,2 juta saham di harga Rp 4.760 per saham dengan nilai Rp 10,47 miliar.

Masih di hari yang sama, Rudy menambah 2 juta saham lagi di harga Rp 4.700 per saham atau senilai Rp 9,4 miliar. Ia kemudian membeli tambahan 200.000 saham di harga yang sama, Rp 4.700 per saham, dengan nilai Rp 940 juta.

Secara total, Rudy menggelontorkan Rp 20,81 miliar untuk transaksi tersebut. Kepemilikannya pun naik dari 5,6 juta saham atau 0,0138% menjadi 10 juta saham atau 0,0247%.

Dalam keterangannya, Rudy menyebut tujuan transaksi itu sebagai investasi. Keterangan tersebut dikutip pada Selasa (29/9).

Pemprov Jateng Perluas Dampingan OPD untuk Tekan Kemiskinan

Aksi pembelian Rudy ternyata bukan yang pertama pada September. Pada 21 dan 22 September 2026, ia juga memborong total 4,4 juta saham ASII. Saat itu, pembelian dilakukan masing-masing 2,2 juta saham di harga Rp 4.820 per saham senilai Rp 10,6 miliar, lalu 2,2 juta saham di harga Rp 4.790 per saham dengan nilai Rp 10,53 miliar.

Selain Rudy, dua direktur ASII lainnya juga ikut menambah saham. Djap Tet Fa membeli 500.000 saham di harga Rp 4.769 per saham dengan total dana Rp 2,38 miliar. Setelah transaksi itu, kepemilikannya meningkat dari 3,5 juta saham atau 0,0086% menjadi 4 juta saham atau 0,0099%.

Direktur ASII lain, Thomas Junaidi Alim W, turut membeli 250.000 saham di harga Rp 4.762 per saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,19 miliar, dan kepemilikannya naik dari 1.407.800 saham atau 0,0035% menjadi 1.657.800 saham atau 0,0041%.

Dari jajaran komisaris, Prijono Sugiarto juga tercatat membeli 8.700 saham ASII di harga Rp 4.850 per saham. Transaksi senilai Rp 42,18 juta itu membuat kepemilikannya bertambah dari 5.587.100 saham menjadi 5.595.800 saham.

Jika digabung, total dana yang dikeluarkan para petinggi Astra untuk aksi beli saham ASII tersebut mencapai sekitar Rp 24,42 miliar, belum termasuk transaksi Rudy pada 21 dan 22 September.

KPK Bongkar Rekening Penampung Setoran Kantah BPN Jatim

Di emiten Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), aktivitas serupa juga muncul. Direktur BRMS Adika Aryasthana Bakrie membeli 750.500 saham BRMS di harga Rp 665 per saham, dengan nilai transaksi Rp 499,08 juta. Sebelum transaksi itu, Adika belum memiliki saham BRMS.

Tiga hari kemudian, Adika kembali masuk ke pasar dan menambah kepemilikan sebesar 372.400 saham di harga Rp 670 per saham. Nilai pembelian lanjutan ini sekitar Rp 249,5 juta.

Setelah dua kali transaksi tersebut, Adika kini menggenggam 1.122.900 saham BRMS.

Aksi pembelian juga datang dari Grup Saratoga. Komisaris Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya, tercatat melakukan pembelian saham perseroan sebanyak enam kali sepanjang September 2026.

Pada transaksi terakhir, Edwin mengoleksi 360.000 saham SRTG lewat dua kali pembelian. Sebanyak 210.000 saham dibeli di harga Rp 1.786 per saham, sementara 150.000 saham lainnya di harga Rp 1.770 per saham.

KPK Periksa Bobby, Dalami Jaringan Suap Audit BPK RI

Usai transaksi itu, kepemilikan Edwin di SRTG bertambah dari 4.877.383.290 saham menjadi 4.877.743.290 saham, atau setara 35,9587%.

Sebelumnya, pada 4 September 2026, Edwin tercatat memegang 4.869.755.690 saham SRTG, yang setara 35,8999%.

Komentar