Sharm el-Sheikh – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi dijadwalkan memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada Senin (13/10/2025). Pertemuan penting di Sharm el-Sheikh ini bertujuan mengakhiri perang di Jalur Gaza, memperkuat upaya perdamaian di Timur Tengah, serta memulai babak baru keamanan regional.
Lebih dari 20 kepala negara akan hadir dalam KTT ini. Inisiatif tersebut selaras dengan visi Presiden Trump untuk mewujudkan perdamaian di kawasan dan menghentikan konflik di berbagai belahan dunia.
Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati fase pertama dari rencana perdamaian 20 poin yang ia ajukan pada 29 September 2025 untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.
Fase pertama rencana tersebut mencakup pembebasan seluruh tawanan Israel di Gaza dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina. Selain itu, penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah tersebut mulai berlaku pada Jumat (10/10/2025) pukul 12.00 waktu setempat.
Sementara itu, fase kedua rencana Trump akan mengatur pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa melibatkan Hamas. Mekanisme ini juga mencakup pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina serta pasukan gabungan negara-negara Arab dan Islam, diiringi proses perlucutan senjata Hamas.
Konferensi ini mendesak mengingat dampak konflik yang berlarut-larut. Sejak serangan Israel pada Oktober 2023, lebih dari 67.600 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas. Pertempuran sengit tersebut juga telah membuat wilayah Gaza nyaris tidak layak huni.

