Madrid – Asisten Marc Marquez, Jose Luis Martinez, mengungkap rahasia di balik performa luar biasa pembalapnya. Menurut Martinez, Marquez justru tampil makin garang dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat diprovokasi, sebuah karakter yang terlihat jelas di MotoGP San Marino.
Marquez memang mengalami akhir pekan yang campur aduk di Sirkuit Misano. Ia gagal finis pada sesi sprint race hari Sabtu, dan insiden tersebut bahkan disambut sorakan oleh sebagian penonton Italia, yang dikenal sebagai pendukung setia Valentino Rossi.
Namun, kegagalan di hari Sabtu justru membakar semangatnya. Marquez bangkit dengan gemilang pada balapan utama hari Minggu, meraih kemenangan fantastis. Selebrasinya di podium, dengan menunjukkan baju balapnya, mengingatkan pada aksi ikonik Lionel Messi di kandang Real Madrid.
“Sungguh tak terbayangkan bahwa mereka tidak tahu atau menyadari bahwa semakin mereka mengganggu Marc dan memprovokasinya, semakin buruk keadaannya karena dia justru semakin bangkit dan mengeluarkan yang terbaik dari dirinya,” ujar Martinez.
Martinez menambahkan, ia sudah memprediksi Marco Bezzecchi sebagai rival kuat Marquez bahkan sebelum balapan utama dimulai. Start yang tepat menjadi kunci dalam balapan yang ia sebut sebagai salah satu yang terberat dan tersulit sepanjang tahun.
Kini, Marc Marquez berpeluang besar mengunci gelar juara bersama Ducati di MotoGP Jepang. Menariknya, Jepang merupakan kandang bagi Honda, tim yang pernah membesarkan nama Marquez.
Martinez menegaskan tim akan merayakan kemenangan di mana pun itu, meski ia memahami Marquez mungkin ingin momen tersebut terjadi di tempat lain selain markas Honda. “Kami tahu sebuah bar bernama Jet Lag, bar Jepang khas dengan karaoke di sebelahnya, di mana kami sudah merayakan gelar-gelar lain,” katanya, mengisyaratkan lokasi potensial perayaan jika gelar berhasil dikunci.

