Jakarta – Investor asing masih membukukan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia, dengan nilai mencapai Rp 76,95 triliun secara year-to-date di seluruh pasar. Di periode yang sama, total pembelian asing tercatat Rp 1.240,50 triliun, sementara penjualan asing mencapai Rp 1.317,44 triliun.
Tekanan jual paling besar terjadi di pasar reguler, yang mencatat net sell Rp 104,83 triliun. Meski begitu, arus dana masih masuk ke pasar tunai dan negosiasi dengan net buy Rp 27,88 triliun secara year-to-date.
Sepanjang 19-23 September 2026, asing juga masih mencatat penjualan bersih Rp 1,10 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, net sell mencapai Rp 1,64 triliun, sedangkan pasar tunai dan negosiasi tetap mencatat net buy Rp 539,88 miliar.
Dalam sepekan terakhir, pelaku asing terlihat melepas saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak dijual dengan nilai Rp 1,1 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 684,3 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 597,4 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 125,6 miliar.
Di sisi pembelian, asing justru memperbesar posisi di sejumlah saham tambang dan energi. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) diborong senilai Rp 149,6 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 82,1 miliar.
Aksi beli juga terlihat pada PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) sebesar Rp 67,2 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), serta PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) senilai Rp 48,7 miliar.
Tekanan jual asing turut menekan kinerja indeks. Pada penutupan perdagangan Jumat (25/8), IHSG terkoreksi 0,9 persen atau 56,72 poin ke level 6.241, dengan asing mencatat jual bersih Rp 559,16 miliar.
Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita mengatakan rata-rata volume transaksi harian selama 21-25 September 2026 naik 2,04 persen menjadi 29,20 miliar saham dari 28,61 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Namun, pelemahan indeks berimbas ke nilai pasar. IHSG turun 3,09 persen ke level 6.241,892 dari 6.441,159 pada pekan sebelumnya, sementara kapitalisasi pasar BEI menyusut 3,20 persen menjadi Rp 10.905 triliun dari Rp 11.266 triliun.
Aktivitas perdagangan juga tidak sepenuhnya solid. Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 3,95 persen menjadi 1,82 juta transaksi dari 1,89 juta transaksi. Adapun rata-rata nilai transaksi harian anjlok 21,32 persen menjadi Rp 11,98 triliun dari Rp 15,22 triliun.
“Dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 77,52 triliun,” tulis Yosi dalam keterangannya, dikutip Minggu (27/9).
Berikut 10 saham terbanyak dilego asing:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
Berikut 10 saham terbanyak dibeli asing:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN)
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
- PT Singaraja Putra Tbk (SINI)
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)


