Sleman – PSS Sleman memilih menekan jeda kompetisi untuk berbenah setelah start buruk di Super League 2026/2027. Alih-alih memberi libur panjang kepada para pemain, tim pelatih justru mempercepat kembali agenda latihan demi memperbaiki performa tim yang belum meraih satu poin pun dari tiga laga awal.
Saat sebagian besar klub memanfaatkan libur internasional selama 16 hari untuk rehat, skuat Super Elang Jawa hanya mendapat istirahat dua hari. Setelah itu, Cleberson dan rekan-rekan langsung kembali digembleng di lapangan.
Pelatih kepala PSS, Pieter Huistra, mengatakan timnya tidak ingin membuang waktu. Ia menyebut latihan sudah dimulai lebih awal dibanding mayoritas klub lain yang memberi libur hingga sepekan.
“Mereka tampak tidak terpengaruh. Kami sudah mulai berlatih lebih awal. Sebagian besar tim memiliki waktu libur selama satu pekan, sementara kami memilih hanya dua hari. Jadi, kami sudah kembali berlatih sejak kemarin dan hari ini,” kata Pieter Huistra di Lapangan Pakembinangun Sleman, Jumat sore (25/9).
Menurut pelatih asal Belanda itu, jeda tiga pekan menjadi kesempatan penting untuk mengangkat kondisi fisik pemain sekaligus mematangkan pemahaman taktik. Program ini juga diarahkan untuk membantu para pemain anyar menyesuaikan diri, terutama mereka yang sebelumnya hanya melalui masa pramusim yang singkat.
“Bagi kami, ini penting. Kami memiliki waktu tiga pekan untuk meningkatkan kebugaran pemain dan memastikan mereka yang hanya menjalani pramusim dalam waktu singkat dapat makin terbiasa dengan cara bermain yang kami inginkan,” ujarnya.
Langkah cepat tersebut tak lepas dari hasil awal musim yang mengecewakan. PSS tumbang saat menghadapi Bali United, Madura United, dan Dewa United, sehingga evaluasi menyeluruh menjadi keharusan.
Kini, PSS menargetkan kebangkitan saat kompetisi kembali berjalan. Tim dijadwalkan menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo pada 11 Oktober 2026. Dukungan suporter di kandang sendiri diharapkan bisa menjadi dorongan tambahan bagi PSS untuk meraih poin perdana musim ini.


