SAMARINDA, Gonesia.com – Kemenangan 3-1 yang diraih Dewa United Banten FC atas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Jumat (18/9), menyisakan evaluasi mendalam terkait aspek mentalitas tim di lapangan.
Hasil positif pada pekan ke-5 Super League tersebut memang mengamankan tiga poin bagi skuad asuhan Osmar Loss, namun pertandingan itu sekaligus menjadi ujian berat bagi efektivitas strategi tim tamu.
Johnathan Pereira sempat membuka keunggulan Dewa United lebih awal saat pertandingan baru berjalan 13 menit.
Keunggulan cepat tersebut justru menjadi bumerang karena membuat kendali permainan perlahan terlepas dari tangan Dewa United.
Borneo FC berhasil memanfaatkan penurunan intensitas tim tamu dengan menyamakan kedudukan melalui gol Ikhsan Nul Zikrak pada menit ke-48.
Situasi tersebut menempatkan Banten Warriors di bawah tekanan hebat selama babak kedua berlangsung.
Dewa United sempat kehilangan momentum dan kesulitan mengembangkan permainan sesuai dengan instruksi taktis yang telah ditetapkan sebelumnya.
Namun, situasi genting di masa injury time justru memicu kebangkitan mental yang krusial bagi tim tamu.
Denilson Junior muncul sebagai pahlawan kemenangan melalui eksekusi penalti dingin pada menit ke-90+1.
Pemain tersebut kemudian mengunci kemenangan menjadi 3-1 lewat gol keduanya pada menit ke-90+6.
Pelatih Dewa United, Osmar Loss, sebagaimana dikutip dari JPNN.com, mengakui bahwa kemenangan ini diraih melalui perjuangan yang tidak mudah.
“Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami sangat senang bisa meraih tiga poin dari laga tandang ini,” ujar Osmar.
Ia secara khusus menyoroti penurunan performa anak asuhnya tepat setelah gol pembuka tercipta.
“Setelah mencetak gol pertama, kami sedikit kehilangan kontrol dan mulai kalah dalam duel,” katanya.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, keberhasilan ini adalah bukti bahwa tim harus mampu beradaptasi ketika taktik utama tidak berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan bahwa setiap pemain harus memiliki kemampuan untuk bertahan dan berjuang lebih keras saat menghadapi situasi sulit di lapangan.
“Penting bagi kami untuk memahami bahwa terkadang, ketika performa di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, kita harus berjuang lebih keras dan tampil lebih tangguh menghadapi tantangan permainan,” tuturnya.
Baginya, kemampuan untuk bangkit di bawah tekanan adalah pelajaran paling berharga dari lawatan ke Samarinda.
“Pelajaran paling penting dari pertandingan ini adalah terkadang kami harus menunjukkan semangat juang yang lebih besar daripada sekadar taktik dan strategi,” tuturnya.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan status Dewa United sebagai tim yang patut diperhitungkan dalam laga tandang Super League musim ini.
Evaluasi terhadap hilangnya kontrol permainan diharapkan menjadi perhatian utama tim pelatih sebelum menghadapi laga pekan berikutnya.
Dewa United kini dituntut untuk menjaga konsistensi performa agar tidak kembali terjebak dalam tekanan lawan saat strategi tim tidak berjalan optimal.


